Jakarta, bimasislam— Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, mengatakan bahwa program prioritas pada tahun anggaran 2016 adalah membangun KUA. Hal tersebut disampaikan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu saat memberikan arahan pada Pembukaan Kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Program Bimas Islam Tahun 2016 di Hotel Aston, Jakarta, Selasa (7/7).
“Dan ini catatan saya, fokus yang paling fokus adalah: membangun KUA. Nanti sesampainya bapak dan ibu di rumah, lihat apakah masih ada KUA yang belum memiliki tanah. Tahun 2016 fokuslah pada pembelian lahan untuk KUA yang belum memiliki kantor di tanah sendiri. Kita perlu rumuskan jalan bagaimana caranya,” ujar Machasin di hadapan 183 peserta dari seluruh Indonesia.
Fokus yang dimaksud, dijelaskan Machasin, juga perlu memerhatikan pengadaan lahan berikut dengan sertifikatnya. “Ini yang paling penting. Tanah dan urus sertifikatnya. Jangan sampai sudah ada tanah, tapi tidak ada sertifikatnya. Jangan sampai ada kejadian tanahnya ada tapi digugat oleh masyarakat adat.” pesannya.
Dikatakan Machasin, program pembangunan KUA, terutama di daerah-daerah merupakan bagian dari program nawacita yang menjadi agenda pemerintah. "Salahsatu agenda nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggirannya, yakni memperkuat pembangunan dari desa dan daerah-daerah.Jadi jika ada KUA di daerah yang belum memiliki gedung atau tanah, ini perlu diperhatikan secara khusus.” tegas Mantan Kepala Badan Litbang Kemenag tersebut. (ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



