Batam, bimasislam-- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama hari Rabu (30/4) kemarin sampai Jumat (2/5) ini menyelenggarakan "Rekonsiliasi Data Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK- BMN) Antara Pusat dan Daerah". Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 91 orang peserta dari pusat dan daerah, terutama para pejabat bidang keuangan Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia.
Dalam sambutan dan pengarahannya saat Pembukaan acara ini, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menegaskan, "Jangan pernah nengharapkan Laporan Keuangan yang baik apabila tidak peduli dengan SAK dan SIMAK-BMN". Sistem keuangan ini disiapkan tidak lain agar kita terbantu lebih akurat dan efektif dalam memberikan Laporan Keuangan, apalagi bila mengingat Kementerian Agama sebagai satuan kerja terbesar di Indonesia. Jadi, manfaatkanlah sebaik mungkin sistem laporan yang sudah distandardisasikan itu, ingat Dirjen.
Menurut mantan Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag ini, instansi pemerintahan yang memiliki tata kelola yang baik adalah yang paling taat prosedur dan aturan. Karenanya, pengelolaan keuangan negara tidak bisa semau gue, harus berdasarkan ketentuan Undang-undang, singgungnya di hadapan puluhan peserta yang memadati meetingroom The BCC Hotel and Residence Batam, Kepulauan Riau ini.
Dalam kegiatan yang diadakan secara sinergis dengan kegiatan Temu Konsultasi Pemberdayaan Wakaf ini dikoordinir oleh Bagian Keuangan Ditjen Bimas Islam. Saat memberikan Laporan Panitia, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengungkapkan rasa syukur Alhamdulillah Ditjen Bimas Islam semakin menurun temuan masalahnya pada tahuan 2013. Ini merupakan upaya kita semua dari daerah sampai pusat, harus dipertahankan agar Ditjen Bimas Islam sebagai Satker terbaik ketiga semakin baik ke depan. Latar belakang itulah yang menjadi maksud diselenggarakannya kegiatan ini, ujar Muhammadiyah. (edijun/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



