Jakarta, bimasislam—Pada tanggal 25-27 April yang lalu, Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam di hotel Lumire, Jakarta. Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam, Machasin, menegaskan bahwa setiap pegawai di lingkungan Bimas Islam, baik Pusat maupun Daerah harus memegangi lima budaya kerja yang telah dicanangkan selama ini. Menurutnya, lima budaya kerja harus benar-benar menjadi perhatian dan landasan bersama agar Bimas Islam dapat menjadi lembaga yang profesional.
“Coba seluruh yang hadir saya minta berdiri dan saya memberikan aba-aba untuk menyerukan bersama lima budaya kerja Kementerian Agama. Saya minta agar lima budaya kerja ini bisa diinternasilasi dan dijadikan landasan dalam bekerja, khususnya dalam bidang Teknologo Informasi Komputer (TIK) dalam hal ini SIMBI”, ujarnya.
Lebih lanjut Machasin mengatakan bahwa TIK dapat membantu manusia mempercepat atau mempermudah pekerjaan. Dengan keunggulan yang ada, TIK tidak boleh diabaikan karena perubahan zaman terus berjalan.
“Dulu saat saya untuk mencari teks ayat Al-Quran dengan tafsirannya memerlukan waktu yang lama, karena harus membuka kitab yang banyak. Sekarang, dengan teknologi informasi yang berkembang hanya membutuhkan beberapa detik saja. Ini membuktikan bahwa kita dituntut harus mampu menggunakan TIK dengan baik”, harapnya.
Sementara itu dalam sambutannya di hadapan Rakor, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin menyampaikan bahwa Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) telah dikembangkan secara nasional sejak tahun 2013 oleh Ditjen Bimas Islam sebagai bagian dari komitmen peningkatan kinerja dan pelayanan publik berbasis teknologi informasi (IT).
”Sistem aplikasi terpadu ini dilaksanakan untuk memenuhi tuntutan pelayanan publik di era modern yang meniscayakan perangkat teknologi informasi sebagai bagian tak terpisahkan dari layanan instansi pemerintah kepada masyarakat luas. Menteri Agama, dalam berbagai kesempatan menegaskan agar Kementerian Agama memiliki sistem informasi yang baik dan terintegrasi sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang cepat dan mudah. Sejalan dengan itu, Ditjen Bimas Islam terus berpacu untuk terus memperbaiki layanan di sektor ini melalui berbagai aplikasi SIMBI”, katanya.
Dalam Rakor yang diikuti oleh 99 peserta terdiri dari pejabat daerah, yaitu Kasi Daya KUA dan Kasi Sistem Informasi dan Pembinaan Syariah di Kanwil seluruh Indoensia serta pejabat eselon 4 pusat dan operator SIMBI bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan SIMBI hingga tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tahunan untuk memastikan SIMBI dapat dijadikan sebagai media peningkatan kinerja Bimas Islam. (thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



