Jakarta, bimasislam—Informasi dan data keagamaan saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan dan program kerja, informasi dan data keagamaan menjadi rujukan masyarakat dalam pengembangan program maupun lainnya. Untuk itulah, informasi dan data keagamaan harus benar-benar akurat, valid dan aktual.
Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Machasin, MA saat membuka kegiatan peningkatan kualitas pengelola website di Hotel Mercure Ancol, Kamis (6/9). Kegiatan ini merupakan program rutin Ditjen Bimas Islam dalam rangka memperkuat imagebuilding dan kemitraan strategis pembinaan masyarakat Islam. Sebanyak 50peserta hadir, mereka berasal dari para pengelola website Kementerian Agama, Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Ormas Islam dan praktisi dakwah.
Machasin menambahkan, image building tidak bertujuan membangun citra semata, melainkan menunjukkan kinerja dan pencapaian terbaikprogram pembinaan masyarakat Islam. Ia mengambil falsafah dari sebuah hadis, bahwa hendaklah keburukan yang pernah diperbuat diikuti dengan kebaikan sehingga dapat menutupi keburukan dimaksud. Dengan demikian, imagebuilding berorientasi pada perbaikan organisasi, baik dari aspek profesionalisme, akuntabilitas,dan transparansi.
“Kebutuhannya bukan hanya masyarakat dapat mengakses data dan informasi tersebut, akan tetapi feedback ke dalam, mereformasi mental dan program menuju arah yang lebih baik. Saya kira ini makna dari spirit perbaikan citra,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag, menambahkan, pihaknya telah mengambil kebijakan strategis untuk program image building ini, yaitu melalui peningkatan kualitas dan kapasitas sistem informasi pada Bimas Islam. Selain website bimasislam yang menyajikan informasi kegiatan dan program, saat ini Bimas Islam telah mengembambangkan Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) dengan menyajikan berbagai data keagamaan berbasis aplikasi, diantaranya SIMKAH, Sistem Informasi Masjid (SIMAS), yang terbaru Sistem Informasi Penerangan Agama Islam (SIMPENAIS).
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas data keagamaan Bimas Islam dalam bentuk digital. Untuk itu kami telah siapkan sarana dan jaringan yang akan mendukung program ini. Insya Allah akan terus kita tingkatkan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Ditjen Bimas Islam telah menjalin kemitraan strategis dengan ormas Islam, salah satunya dalam pengembangan sistem informasi. Kemitraan diwujudkan dalam bentuk sharing informasi, link website dan pelatihan. (kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



