Bogor, bimaislam—Dalam kegiatan Coaching Pembuatan Video Pendek Kebimasislaman yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam di The Highland Hotel, Mongolia Camp, Bogor (23/3), Plt Dirjen Bimas Islam, Abdul Djamil, mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat kontekstual, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat yang membutuhkan informasi instan dan mudah dicerna.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus. Ini merupakan kegiatan yang pernah saya impikan, karena sangat kontekstual dan sesuai dengan perkembangan masyarakat yang memerlukan informasi instan, cepat, dengan pesan yang mudah ditangkap. Media Film sejak dulu telah diakui efektif menyampaikan pesan dan membentuk karakter publik, seperti film Si Buta dari Gua Hantu, dan semacamnya. Dan video pendek menjadinsalah satu medianya”, ujarnya.
Lebih lanjut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ini menambahkan bahwa perkembangan masyarakat dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin beragam perlu direspon dengan cepat dan tepat. Perlu dilakukan program-program terobosan yang menjadi jawaban konkrit atas kebutuhan nyata.
“Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Islam harus bisa membuat terobosan-terobosan program dan kegiatan yang seusia dengan konteks saat ini. Ke depan juga perlu difikirkan adanya kegiatan yang mempertemukan para sineas muslim untuk membincang bagaimana film-film itu diproduksi dengan memasukkan nilai-nilai agama. Kalau ada yang berfikiran bahwa untuk apa kegiatan seperti itu, berarti mereka tidak mengetahui masalahnya”, tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djamil juga memberikan penghargaan kepada tiga kelompok terbaik yang menghasilkan video pendek Kebimasislaman, yaitu video berjudul Pernikahan Dini, Kemurnian, dan Tenteram. Video tersebut merupakan karya peserta yang gambarnya diambil di sekitar lokasi acara dengan talent mereka sendiri.
Kegiatan yang dilaksanakan di Bogor selama 22-24 Maret 2017 ini diikuti 66 orang peserta, baik dari internal Kementerian Agama, organisasi masyarakat Islam (MUI, Muhammadiyah Jakarta, BAZNAS, BWI), media Islam Onlione seperti Panjimas, Salam-Online, Dakwatuna, NU Online, MirajNews, Suara Islam, dan lain-lain serta unsur civitas akademika UIN Jakarta.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



