Jakarta, bimasislam— Dalam rangka memberikan pembinaan terhadap pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam, seluruh pejabat eselon II, III, dan IV dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dari Dirjen, Prof. Dr. H. M. Machasin, MA, di ruang rapat lantai 3 Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (23/1).
Dalam pengarahannya, Machasin menekankan bahwa pimpinan, khususnya pejabat di lingkungan Bimas Islam agar memberikan penilaian kepada bawahannya (pegawai) secara wajar. “Berikan nilai yang wajar, jangan terlalu berlebihan dengan nilai 100 misalnya, sementara kualitas kinerjanya biasa-biasa saja, dan juga jangan terlalu rendah, misalnya hingga di bawah 50. Hal ini, karena penilaian yang diberikan terkait dengan pemberian tunjangan kinerja”, tegas guru besar UIN Yogyakarta ini.
Lebih lanjut Machasin menegaskan, dalam memberikan penilaian, hendaknya para pimpinan juga melakukan pembinaan kepada seluruh pegawainya. “Jika pegawainya nilainya buruk, berarti di sini ada yang salah. Jangan-jangan pimpinannya tidak pernah membimbing, suka menyalahkan anak buah. Pimpinan seperti ini menurutnya tidak bagus. Masalah yang dihadapi oleh anak buah, pimpinan harus hadir”, harap mantan Kabalitbang Kemenag ini.
“Pimpinan itu menjadi cermin anak buahnya. Apalagi sekarang kinerja harus dituangkan dalam laporan harian. Dalam memberikan pembinaan, pimpinan bisa menyatakan salah kepada anak buahnya, tetapi jika sudah dihadapkan keluar, maka pimpinan harus bertanggung jawab. Kalau dalam kebijakan Bimas Islam ada yang salah, maka saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan menyalahkan Direktur atau Kasubdit”, pungkasnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



