Mataram, Bimasislam— Soal merajut kerukunan hidup antar umat beragama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, berpesan kepada umat Islam agar saling mengedepankan kearifan dalam berinteraksi dengan umat yang berbeda. Hal itu disampaikan Machasin saat membuka Sarasehan Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama di Mataram, Kamis (15/10).
“Jadi kita sebagai umat ini harus memahami perasaan orang lain, kalau kita tidak mau disinggung soal agama, maka perlu pula bagi kita untuk tidak menyinggung perasaan umat lain.” Ujarnya.
Guru besar ilmu sejarah Kebudayaan Islam, UIN Sunan Kalijaga itu memberikan contoh di salah satu provinsi yang dibangun masjid tetapi tidak ada umatnya.
“Bisa dibayangkan, (masjid tersebut) dibangun di tempat yang tidak ada penduduknya atau jauh dari rumah penduduk, kira-kira 250 meter dari situ baru ada penduduknya. Hal-hal semacam ini perlu pula untuk kita perhatikan.”
Lebih lanjut, pria berkacamata itu menerangkan bahwa di dalam Islam terdapat banyak ayat yang berisikan pesan-pesan damai. “Misalnya ada banyak ayat yang mengatakan kita tidak boleh berbuat kerusakan di muka bumi,. Baik disadari atau pun tidak.” terangnya.
Pria kelahiran 13 Oktober 1956 itu menambahkan, pelaku kekerasan atas nama agama kerap merasa sedang melakukan kebaikan, padahal keburukan yang dilakukannya sangat banyak.
“Mereka itu sedang merusak tapi tidak merasa merusak, seperti terorisme, merusak tatanan dan bangunan, merusak rasa aman, tapi merasa membela sesuatu yang bernilai tinggi. Terorisme di Indonesia itu salahnya banyak sekali, merusak dirinya, merusak lingkungan, merusak rasa aman, dan tujuannya pun tidak jelas. Bahkan tidak ngaku, ini salahnya berlipat-lipat. Jadi kesalahannya banyak.” ujarnya.(Thobieb/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



