Jakarta, bimasislam-- Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menegaskan bahwa Kankemenag Kabupaten Maros tidak menarik 1000 Al Quran yang sudah dibagikan ke masyarakat.
Isu penarikan mencuat seiring ditemukannya Al-Quran yang salah cetak. Terkait ini, Abdul Djamil mengatakan bahwa Al-Quran yang ditemukan terdapat kekeliruan pada proses cetak hanya satu.
"Kankemenag Maros hanya mendapati satu Al-Quran yang terdapat kesalahan cetak, berdasarkan laporan warga," terang Abdul Djamil kepada Pinmas, Kamis (01/04)
Penjelasan Djamil ini sekaligus sebagai klarifikasi atas berita di media online yang mengatakan ebanyak 1.000 Al-Quran yang dibagikan oleh Kementerian Agama terpaksa ditarik kembali karena disinyalir tidak lengkap dan telah tersebar ke beberapa masjid di 14 kecamatan di Maros.
Dalam berita itu disebutkan bahwa kekurangan Al-Quran itu terdapat pada jumlah surahnya, karena cetakan juz ke-14 sampai juz ke-16 (Surah Al Hijr sampai Al Kahfi) tidak ada.
Tentang hal ini, Abdul Djamil mengaku sudah melakukan klarifikasi terhadap Kepala Kankemenag Kabupaten Maros. "Yang ada kekurangan cetak hanya satu. Setelah dilakukan uji sampling terhadap 20 Al-Quran lainnya, tidak ditemukan kekurangan ataupun kekeliruan," pungkas Djamil.
Abdul Djamil menambahkan bahwa pihaknya berterima kasih atas laporan warga terkait adanya satu Al-Quran yang terdapat kekurangan pada proses percetakan. Laporan tersebut sangat berharga dan Kemenag akan selalu bertindak cepat untuk memastikan bahwa tidak ada kekeliruan pada setiap Al Quran yang beredar di masyarakat. (mkd/foto:bimasislam).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



