Jakarta, bimasislam— Untuk mempercepat pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) di seluruh Indonesia, Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) SIMBI untuk calon trainer SIMBI di provinsi masing-masing. Kegiatan dilaksanakan di hotel Treva International, Jakarta selama 3 hari (18-20/8). Peserta yang mengikuti TOT adalah para pejabat/staf/operator, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, atau KUA sebanyak 55 orang.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag., mengatakan bahwa Bimas Islam akan terus mengembangkan layanan publik berbasis IT. “Bimas Islam telah mengeluarkan kebijakan layanan publik berbasis IT dengan SIMBI melalui regulasi Juknis Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) dan SIMBI Pusat dan Daerah. Dengan regulasi ini harusnya tidak ada lagi yang meragukan regulasi SIMBI. Regulasi ini dapat dijadikan rujukan dalam penganggaran”, ujarnya.
Lebih lanjut Amin menambahkan, bahwa Ditjen Bimas Islam telah menjadikan SIMBI sebagai program prioritas mulai tahun ini, tahun 2015 dan selanjutnya masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang mendapat alokasi anggaran. “Ketika kami RDP dengan Komisi VIII, anggota dewan bertanya kenapa Bimas Islam menjadikan program IT sebagai program utama, kami menjawab iya karena tugas Bimas Islam sangat luas yang membutuhkan dukungan IT. Bimas Islam saat ini, bukan karena GR, adalah Satker Eselon I yang terbaik di lingkungan unit Eselon I Kementerian Agama”, jelasnya.
Namun, imbuh Amin, masalah mendasar saat ini adalah soal SDM yang berkapasitas, khususnya di KUA. Di beberapa KUA pada provinsi tertentu, jumlah SDM nya sangat banyak, sementara provinsi lain atau daerah lain sangat minim. ”Dengan keterbatasan SDM ini jangan membuat kita berhenti untuk mengembangkan SIMBI. Kita harus jalan terus, dan insya Allah kita akan berhasil”, tutup mantan rector IAIN Gorontalo ini. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



