Yogyakarta, bimasislam—Dalam rangka untuk meminimalisir pernikahan dini di kalangan anak-anak remaja, Pemerintah Provinsi Jogyakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jogyakarta menyelenggarakan Kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan Tingkat Provinsi Jogjakarta, yang dipusatkan di GOR Amongrogo Yogyakarta. (3/8)
Dalam rilis tertulisnya, Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jogyakarta menyebutkan bahwa kegiatan yang dikemas dalam bentuk kampanye publik tersebut bertujuan untuk menghindari perkawinan dini, sekaligus perlunya mempersiapkan pernikahan dengan lebih siap dan matang, sehingga menjadi Generasi Berencana yang berkualitas. Tema yang diusung dalam kampanye tersebut: “Don’t Hurry to Get Marry”, secara cara untuk menarik perhatian kaum remaja.
“Menikah itu diperlukan perencanaan yang matang, sehingga dapat membangun keluarga yang sakinah. Tingginya pernikaahn dini di Jogjakarta harus ditangani bersama agar fenomena ini dapat diminimalisir atau dicegah”, tutur Nur Ahmad Ghozali, Kasi Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Yogyakarta kepada bimasislam.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan deklarasi pembacaan petisi remaja agar menikah setelah siap waktunya. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X, dengan menyampaikan pesan tentang fungsi keluarga yang harus dijaga, sehingga diperlukan persiapan yang baik.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendukung program Pendewasaan Usia Perkawinan yang digagas BPPM Jogjakarta. Menurutnya, kampanye ini sangat bagus mengingat angka perceraian pasangan suami isteri usia muda tergolong tinggi.
“Jika masalah ini dibiarkan maka masalah ini menimbulkan masalah sosial baru,” kata Halim.
Berdasarkan data putusan Dispensasi Pengadilan Agama DIY pada pernikahan dini tahun 2014 di Yogyakarta sebanyak 482. Sementara angka persalinan remaja tahun 2015 dari Dinas Kesehatan Jogjakarta sebanyak 1078, dengan angka kehamilan tidak diinginkan sebanyak 976 kasus.
(thobib/ghozali/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



