Profil kita kali ini menampilkan sosok Kepala Subdirektorat Publikasi Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI), Direktorat Penerangan Agama Islam, Drs. H. Muhaimin. Mulai mengabdi sebagai pegawai Kementerian Agama sejak 1 maret tahun 1983, setelah beberapa periode di Didirektorat Penerangan Agama Islam, Muhaimin muda menapaki karir di Direktorat Urusan Agama Islam (sekarang Urais dan Binsyar). Pada tahun 2012 dirinya dilantik sebagai Kasubdit Publikasi Dakwah dan HBI oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat, Ph.Datas nama Menteri Agama.
Di dusun Sumberwulan, Kec. Selomerto Kota Wonosobo, sebelah selatan pegunungan Dieng, Muhaimin dilahirkan, tepatnya pada tahun 1962. Lahir dan dibesarkan di keluarga santri menjadikan pria yang pernah memiliki hobi main sepak bola ini selalu menjunjung nilai-nilai kepesantrenan, diantaranya kesantunan, hormat terhadap sesama dan tawadhu kepada pimpinan serta setiap orang yang dianggap guru.
Pak Muhaimin, demikian para karyawan di lingkungan Kementerian Agama menyapanya. Selain humoris, keramahan serta masa kerja yang sudah menginjak 32 tahun menjadi alasan dirinya sangat di kenal dan dihormati banyak pihak, baik pejabat maupun karyawan biasa.
Lingkungan para Santri dan Kampus ternyata cukup memberi warna dalam kehidupannya. Pertama, Tumbuh dan berkembang dibawah bimbingan orang tua yang notabene seorang Kyai Kampung, Muhaimin dididik ilmu-ilmu agama yang sangat tradisional dan disiplin tinggi. Sebagai seorang santri, sejak masih duduk di bangku Madrasahn Aliyah Negeri Kalibeber, Pak Muhaimin sudah harus menemani sang Ayah dalam melaksanakan bimbingan keagamaan ditempat kelahirannya. Sikap tawadhu senantiasa dipraktekkan dimanapun berada, termasuk di Kantor.
“Apapun yang kita lakukan sebagai seorang pegawai harus seizin dan spengetahuan pimpinan karena ini kantor”, begitu kalimat yang popular dikalangan Staff nya. Budaya gotong-royong–kebersamaan yang menjadi cirikhas para santri, pun demikian dengan dirinya, selalu menekankan akan pentingnya kebersamaan-kerja-tim dalam setiap program dan kebijakan yang dibuatnya.
Kedua,dunia kampus juga memberi pengaruh cukup kuat, daya kritis dalam setiap hal yang dihadapi serta mengedepankan musyawarah menjadi ciri-khasnya. Hal itu dilakukan karena Muhaimin muda merupakan aktivis kampus yang memang terbiasa melakukan diskusi dengan para sahabatnya. Hal Demikian diakuinya kadang dianggap sedikit repot tapi memiliki manfaat yang besar. “sesuatu yang dimusyawarahkan terlebih dahulu, hasilnya akan lebih baik”, terang Bapak dari 3 anak ini.
Tugas yang diemban saat ini tidaklah ringan, setiap tahun setidakmya ada 6 (enam) kegiatan bersekala nasional-kenegaraan yang harus dilaksanakan. Peringatan hari-hari besar Islam yang rutin dihadiri Presiden RI menjadi tanggungjawabnya. Selain itu, bidang penerbitan dan naskah rekaman dan siaran keagamaan melengkapi wilayah kerjanya. Kondisi kesehatan yang dialaminya tidak menyurutkan tekatnya untuk mensukseskan setiap program yang dinahkodainya. Baginya, kerja tim merupakan kunci utama dalam setiap pekerjaan. “setiap orang memiliki kelebihan serta kekurangan, kerja tim adalah dalam rangka saling mengisi agar tujuan kita bersama dapat dicapai dengan beban berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, ungkapnyasaat ditemui diruang kerjanya.
Kepada bimasislam, dirinya mengaku sangat mencintai pekerjaannya saat ini, juga keluarganya. Tanggungjawab sebagai pimpinan di Kantor dan tulang punggung keluarga dianggapnya merupakan anugrah dan tanda cinta Tuhan kepadanya.
Ditanya mengenai obsesi kedepan sebagai Kasubdit Publikasi Dakwah dan HBI, dirinya mengungkapkan keinginannya, saat ini dirinya sedang merancang suatu sistem pelaksanaan dan Peringatan Hari Besar Islam yang efektif, kreatif dan dapat dirasakan masyarakat umum. “Saya ingin, kedepan pelaksanaan dan peringatan HBI harus dilakukan dengan efektif, se kreatif mungkin serta tepat sasaran yaitu masyarakat secara luas”, ujar Muhaimin saat ditemui diruang kerjanya.
Lalu, langkah apa yang sudah dilakukan selama ini? Pihaknya telah melakukan pemetaan, kajian dan pendataan tehadap para calon pengisi acara-acara kenegaraan. Kedua, dirinya sedang menyiapkan modul-panduan penyelenggaraan hari besar Islam dari tingkat daerah hingga pusat. Dan Ketiga, selalu melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, seperti Kemenlu, Pihak Keamanan dan Pihak Istana Negara.
Selain itu, Muhaimin bertekad melanjutkan penerbitan Jurnal Bimas Islam (JBI) yang sudah menginjak tahun ke-8. “saya berharap ke depan, Jurnal Bimas Islam menjadi referensi utama bagi para pelaku dakwah, khususnya penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia dalam melakukan tugasnya”, pungkasnya.
Saat ini, Pak Muhaimin memiliki seorang Istri bernama Siti Rohayah. Putri pertamanya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu Kementerian dan sedang menyelesaikan S2 di Universitas Indonesia, putra kedua telah menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) dan putra sulungnya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



