Depok, Bimas Islam
Suasana Balairung Universitas Indonesia tampak ramai sejak pagi. Pengunjung silih berganti mendatangi UI Halal Expo 2025, sebuah gelaran yang menghadirkan edukasi dan layanan seputar halal untuk masyarakat luas. Di antara deretan booth peserta, Stan Kementerian Agama menjadi salah satu yang paling banyak disinggahi, dengan tampilan interaktif dan ragam produk literasi halal.
Di booth Kemenag, pengunjung dapat menemukan berbagai produk publikasi Ditjen Bimas Islam, mulai dari Al-Qur’an terbitan terbaru, buku-buku keagamaan, hingga suvenir edukasi halal. Suasana semakin meriah dengan hadirnya berbagai gim interaktif, seperti kuis Kahoot dan challenge media sosial, yang menarik perhatian mahasiswa dan generasi muda.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa literasi halal adalah kebutuhan mendasar yang harus terus diperluas cakupannya.
“Kementerian Agama hadir untuk membantu literasi halal, karena masyarakat membutuhkan informasi yang jelas tentang kehalalan produk—baik makanan, minuman, kosmetik, maupun barang gunaan. Kami mendukung penuh gelaran seperti ini agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya Rabu (26/11/2025).
Sejak berpisahnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dari Kementerian Agama dan bertransformasi menjadi lembaga pemerintah non-kementerian, DJPH tetap menjalankan peran strategis dalam mendukung literasi publik terkait kehalalan produk. DJPH bertugas membina masyarakat melalui penyediaan literatur halal, edukasi sertifikasi, serta penyusunan nomenklatur dan regulasi teknis yang memastikan setiap produk halal memenuhi standar yang ditetapkan negara.
"Kehadiran DJPH di UI Halal Expo menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem jaminan produk halal yang berlaku di Indonesia", ujar Kurnia, salah satu Pegawai DJPH Kemenag.
Pengunjung juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung mengenai prosedur pendaftaran, mekanisme pemeriksaan, hingga jenis-jenis produk yang wajib bersertifikat halal.
Antusiasme dan Kesan Pengunjung Booth Kemenag
Mutia, seorang mahasiswa dari Kampus LIPIA, menilai UI Halal Expo sangat membantu masyarakat umum. Menurutnya, dengan mekanisme expo yang dapat diakses langsung tanpa mengeluarkan biaya ini dapat membantu meningkatkan literasi masyarakat, khususnya terkait produk halal.
“Kegiatan ini sangat bagus dan sangat membantu literasi masyarakat. Apalagi dengan aksesnya yang gratis, jadi semua orang bisa datang, bukan yang terbatas untuk kalangan tertentu”, ujarnya.
Kesan yang sama diberikan oleh Mayla Nuha, dengan literasi halal terbungkus games yang interaktif, masyarakat jadi lebih tertarik dan lebih mudah difahami. "Sangat menyenangkan, dari awal dating langsung disambut dan diberikan berbagai pilihan bacaan, lalu games yang memadukan literasi dan pengetahuan umum, jadi sangat menarik", ujar Mayla.
Partisipasi Kemenag di UI Halal Expo tidak hanya menjadi ruang sosialisasi regulasi halal, tetapi juga ruang pertemuan antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat luas. Kehadiran Kemenag dengan konsep booth edukatif–interaktif membuat literasi halal terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap kampus menjadi pusat edukasi halal yang mendorong lahirnya generasi muda sadar halal, kritis, dan peduli pada keamanan produk.
(kemenag.go.id)



