Jakarta, Bimas Islam— Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1,6 miliar kepada korban bencana alam di berbagai daerah sepanjang 2025. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak di Bali, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, termasuk untuk Pondok Pesantren Al-Khoziny yang mengalami musibah.
Penyaluran bantuan ini disampaikan Penasihat DWP Kemenag, Helmi Nasaruddin Umar, dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu, bertema “Perempuan Berdaya, Keluarga Bahagia Menuju Indonesia Jaya”, di Jakarta, Rabu (17/12/2025). Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat, termasuk jajaran pengurus DWP Ditjen Bimas Islam.
“Bantuan ini merupakan wujud empati dan solidaritas nyata para ibu Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama. Kami tidak ingin kehadiran DWP berhenti pada seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Helmi.
Helmi merinci, bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan dengan besaran dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Untuk korban banjir di Bali, DWP Kemenag menyalurkan bantuan sebesar Rp265 juta. Sementara untuk Nusa Tenggara Timur disalurkan bantuan Rp185 juta, serta untuk wilayah terdampak banjir di Jawa Barat sebesar Rp98,7 juta.
Selain itu, DWP Kemenag juga menyalurkan bantuan sebesar Rp295 juta untuk Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terdampak musibah. Bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara disalurkan dengan total nilai mencapai Rp1 miliar.
“Pada sejumlah lokasi, pengurus DWP turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan diterima oleh para korban. Di Bali dan Jawa Barat, kami hadir langsung di titik terdampak, termasuk wilayah yang lokasinya sulit dijangkau,” kata Helmi.
Ia mengatakan, kehadiran langsung tersebut penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit. “Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai dan memberi daya pulih,” ujarnya.
Menurut Helmi, kepedulian sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari peran strategis perempuan, terutama istri Aparatur Sipil Negara Kemenag, dalam menopang nilai kemanusiaan, harmoni sosial, dan solidaritas kebangsaan.
“DWP Kemenag hadir sebagai ruang pengabdian perempuan yang tidak hanya menguatkan keluarga, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain respons kebencanaan, Helmi menyampaikan bahwa sepanjang 2025 DWP Kemenag juga aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, dan ekonomi yang seluruhnya diselaraskan dengan program prioritas Kemenag.
Ia menambahkan, tingginya ekspektasi publik terhadap Kemenag menuntut seluruh unsur di dalamnya, termasuk DWP, untuk menjaga integritas dan keteladanan. “Pengabdian harus dijalankan dengan kehati-hatian, akuntabilitas, dan dampak yang jelas,” ujarnya.
Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Kemenag di tingkat pusat hingga daerah yang terlibat aktif dalam penggalangan dan penyaluran bantuan. “Pengabdian para ibu sering dilakukan dalam senyap, tetapi dampaknya nyata dan luas,” katanya.
Helmi berharap semangat kepedulian dan solidaritas ini terus dijaga dan diperluas. “Semoga ikhtiar kemanusiaan ini menjadi amal jariyah dan menghadirkan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya.
An/Mr



