Jakarta, Kemenag — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan arah program pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dirangkaikan dengan halalbihalal dalam menyambut Hari Kartini 2026.
Penasihat DWP Kemenag Helmi Nasaruddin Umar menegaskan, program DWP ke depan harus dirancang lebih terukur, relevan, dan berdampak langsung bagi anggota serta masyarakat luas.
“Dharma Wanita Persatuan tidak hanya hadir sebagai organisasi pendamping, tetapi harus menjadi kekuatan yang berdampak nyata dan memberdayakan,” ujar Helmi pada kegiatan Halalbihalal dan Rakornas DWP Kemenag se-Indonesia di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi, Mewujudkan DWP Kemenag yang Berdampak dan Berdaya” mencerminkan kebutuhan organisasi saat ini untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas manfaat program.
Ia menjelaskan, penguatan silaturahmi menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid. Silaturahmi, kata dia, tidak sekadar pertemuan, tetapi harus menghadirkan empati, saling menguatkan, dan dukungan nyata antaranggota.
“Silaturahmi harus bermakna, bukan hanya hadir saat dibutuhkan, tetapi menjadi ruang untuk saling menguatkan dan membangun kepercayaan,” katanya.
Selain itu, Helmi menekankan pentingnya membangun sinergi yang produktif antar pengurus, antar wilayah, serta dengan berbagai mitra strategis. Sinergi tersebut diarahkan pada program yang terukur dan memberi manfaat luas.
Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat, termasuk dengan lembaga dan dunia usaha, guna memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga. “Kolaborasi harus diarahkan pada program nyata, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Helmi juga mengungkapkan pentingnya pengembangan program yang menjawab kebutuhan riil, seperti pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan ketahanan keluarga, literasi digital, serta kepedulian sosial.
Ia menambahkan, setiap anggota DWP perlu didorong menjadi perempuan pembelajar yang terus meningkatkan kapasitas diri, mandiri, dan percaya diri dalam menghadapi dinamika zaman. "Program DWP harus mampu menyentuh kebutuhan anggota dan masyarakat, serta berkontribusi pada pembangunan karakter dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Helmi berharap, melalui Rakornas ini, DWP Kemenag dapat menghasilkan rumusan program kerja yang implementatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Ia menyebut, semangat Hari Kartini harus menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan perempuan yang tidak hanya berperan, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan positif di lingkungan keluarga dan masyarakat. "Jadilah perempuan yang tidak hanya hadir, tetapi memberi arti; tidak hanya berperan, tetapi juga menggerakkan,” pungkasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



