Jakarta, Bimas Islam— Sakinah Family Run 5K yang digelar Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, tidak hanya menghadirkan semangat olahraga keluarga, tetapi juga menjadi contoh penerapan ekoteologi Islam melalui pengelolaan sampah berkelanjutan. Dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta ini, panitia berhasil mengumpulkan 234 kilogram sampah.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, pengelolaan sampah dalam kegiatan publik merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama untuk mendorong budaya keberlanjutan.
“Islam menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa kegiatan seperti Sakinah Family Run tidak hanya meninggalkan jejak kebersamaan, tetapi juga pesan kesadaran ekologis. Kami berharap praktik ini menjadi budaya baik dalam setiap kegiatan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/12/25).
Sebagai implementasi, panitia menyediakan 10 tempat sampah terpilah, menurunkan 10 petugas penyapu, dua petugas pengangkut sampah, serta satu koordinator lapangan. Seluruh sampah yang terkumpul dikirim ke Material Recovery Facility (MRF) PT INGRAM untuk proses pemilahan lanjutan.
Dari total sampah tersebut, 93 kilogram berhasil didaur ulang, terdiri atas 14 kg sampah organik, 27 kg duplek, 17 kg kaca, 19 kg kardus, 4 kg PET, dan 12 kg plastik campur. Sementara 141 kilogram lainnya merupakan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan dan akan dimusnahkan menggunakan teknologi incinerator ramah lingkungan.
Sampah organik akan dimanfaatkan untuk budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik dialihkan ke industri daur ulang.
Ahmad Zayadi mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian dari pendekatan ekoteologi Islam yang memadukan nilai keberagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. "Kesadaran lingkungan tidak cukup melalui regulasi. Ia harus dipraktikkan dan dialami langsung oleh masyarakat. Jika keluarga, terutama anak-anak, terbiasa memilah dan bertanggung jawab atas sampahnya, nilai itu akan menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menambahkan, Sakinah Family Run 5K menjadi salah satu kegiatan komunitas yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah secara sistematis dan terukur. "Ini merupakan komitmen kami dalam menjaga alam. Pengelolaan sampah yang baik adalah bagian dari ibadah sosial dan tanggung jawab ekologis,” ujarnya.
Ia berharap, standar ini dapat menjadi rujukan bagi penyelenggaraan kegiatan publik di lingkungan Kementerian Agama. Melalui penerapan ekoteologi dalam event keluarga, Sakinah Family Run 5K juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi, sportivitas, sekaligus edukasi lingkungan yang menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini.
Msk/Mr



