Jakarta, bimasislam— Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-3 utusan dari Thailand, Esa Darulaman mengungkapkan, dirinya banyak belajar dan mendapatkan pengalaman saat mengikuti MTQ di Jakarta beberapa waklu lalu. Kepada bimasislam, Esa berbagi pengalaman disela-sela closing ceremony.
“Alhamdulillah, syukur kita kepada Allah, walaupun tidak menang tapi pengalaman di MTQ kali ini untuk kita membuat sesuatu yang lebih itu yang penting, saya belajar banyak disini”, ungkap E-sa dengan penuh semangat.
Bagi Esa, al-Qur’an telah menjadi bagian hidupnya sejak umurnya masih 13 tahun, sejak saat itu,
dirinya seolah tidak pernah lepas dari belajar mendalami ilmu-ilmu al-Qur’an. “Alhamdulillah, saya belajar mendalami al-Qur’an sejak umur 13 tahun”, kata E-Sa.
Disela-sela Musabaqah biasanya para peserta dan panitia memanfaatkan waktu luang untuk bercengkerama dan saling mengenal lebih dekat. Suatu pagi, saat para peserta dari berbagai Negara saling berkenalan, reporterbimasislam dikagetkan dengan mahirnya Esa dalam menggunakan bahasa Indonesia, bahkan bahasa Jawa.
Setelah berbincang jauh, ternyata Esa berasal dari Thailand bagian selatan, tepatnya di Pattani yang merupakan daerah mayoritas berpenduduk Muslim. Disana banyak menggunakan bahasa melayu yang sekilas mirip-mirip dengan bahasa Indonesia. Lantas dimana Esa belajar bahasa Jawa? “Saya pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, Madiun, Jawa Timur beberapa tahun,” ungkap E-sa.
Sementara itu, Muallim Montaero, peserta asal Timor Leste menjadikan ajang MTQ Internasional untuk memperkuat mental dan menambah wawasan. “saya jarang mengikuti ajang Internasional, seperti ini saya bermodal mental saja, biar tambah wawasan,” ujar pria yang juga mahir berbahasa Indonesia dan Jawa ini, karena ternyata Mualim adalah lulusan salah satu perguruan Tinggi di Jakarta.
Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-3 yang dihelat sejak 30 Agustus di Jakarta secara resmi sudah ditutup, Jumat (4/9) oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh Sekjen Kemenag, Nur Syam, bertempat di Auditorium HM. Rosjidi, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. (sym/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



