Jakarta, bimasislam— Direktur Penerangan Agama Islam, Euis Sri Mulyani mengatakan, agama Islam memiliki tradisi penulisan naskah yang sangat panjang, terbukti dari banyaknya kitab-kitab karangan para ulama yang sekarang dapat dipelajari. Hal tersebut disampaikan Euis saat memberi materi pada workshop jurnalis keagamaan yang diselenggarakan oleh Subdit Publikasi Dakwah dan HBI, di Pesonna Hotel Surabaya, (30/10) malam.
Di era teknologi ini, Lanjut Euis, penulisan naskah keagamaan dengan beragam versi dan bentuk akan menjadi media dakwah yang efektif. Karena pemikiran yang ditulis dan disebarkan melalui media yang tepat akan memiliki dampak yang lebih luas.
“Tradisi penulisan naskah keagamaan perlu terus dilestarikan. Apalagi pada zaman sekarang saat media komunikasi begitu maju”, ujar perempuan yang beberapa waktu lalu mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I ini.
Lebih khusus Euis berharap kepada para penyuluh agama yang Islam yang usianya masih muda agar memaksimalkan kemampuan menulisnya dan terus berkreatifitas. “Saya yakin para penyuluh memiliki kemampuan untuk melahirkan sebuah karya, buktikanlah, terutama yang masih muda, herus kreatif”, tegas pencipta lebih dari 300 lagu-lagu religi ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Penais dan Zawa Wilayah Jawa Timur, Fakhrurrozi, saat membuka acara mengungkapkan, saat ini tantangan para penyuluh agama Islam semakin berat karena informasi yang beredar diseluruh dunia dapat dengan mudah diakses dengan melalui telephon genggam, oleh karena itu dirinya berharap para penyuluh untuk update perkembangan teknologi.
“Tantangan kita sudah berubah, semakin berat, dalam rangka melakukan optimalisasi kita harus mau dan mampu memanfaatkan teknologi yang sudah ada di depan mata”, ujarnya.
Workshop sendiri diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam (PAI), perwakilan ormas Islam, mahasiswa dan tenaga publikasi keagamaan Provinsi Jawa Timur. Berlangsung dari 30 September s.d 02 Oktober 2015.
Selama tiga hari, peserta workshop dibekali ilmu jurnalistik dari praktisi, diantaranya Muhammadiyah Amin (Sekretaris Ditjen Bimas Islam), Aan Rukmana (Penulis dari Universitas Paramadina) dan Faturradi (wartawan senior Jawa Pos). (syam/foto:PHBI)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



