Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama menggelar kegiatan Tarhib Ramadan sebagai ajakan kepada umat Islam untuk menyiapkan fisik dan batin dalam menyambut ibadah puasa Ramadan. Kegiatan ini digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i, mengatakan, kegembiraan dalam menyambut datangnya Ramadan merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Menurutnya, ekspresi bahagia atas datangnya bulan suci menjadi pintu hadirnya rahmat dan ampunan dari Allah swt. bagi umat Islam.
“Kegembiraan menyambut Ramadan adalah ibadah. Dari kegembiraan itu, Allah menurunkan rahmat dan ampunan-Nya,” ujar Wamenag saat menyampaikan sambutan.
Ia menambahkan, puasa Ramadan juga memiliki dimensi kesehatan yang kuat. Mengutip sabda Rasulullah Saw., ia memaparkan bahwa puasa merupakan sarana untuk membangun kesehatan jasmani sekaligus ketahanan rohani. Kegiatan tarhib yang dipadukan dengan aktivitas fisik dinilai relevan sebagai persiapan menuju Ramadan yang lebih berkualitas.
Menurut Romo Muhammad Syafi’i, Ramadan juga mengajarkan nilai kebersamaan dan persatuan. Tradisi sahur bersama, berbuka puasa, hingga zakat dan sedekah merupakan manifestasi kebersamaan sosial yang berdampak pada penguatan persaudaraan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
“Kebersamaan adalah inti dari Ramadan. Dari kebersamaan itulah tumbuh persatuan yang kita butuhkan, tidak hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan kebangsaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan kondisi cuaca sebagai penghalang dalam menyambut Ramadan. Hujan, menurutnya, adalah rahmat yang patut disyukuri, bukan dihindari dengan berbagai mitos yang tidak berdasar secara agama maupun kesehatan.
“Jangan takut hujan. Hujan itu rahmat. Mari sambut Ramadan dengan kegembiraan, dengan keyakinan bahwa Allah menurunkan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan, Tarhib Ramadan tahun ini sengaja dihadirkan di ruang publik agar pesan Ramadan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Tidak hanya terbatas di masjid, musala, atau majelis taklim, tetapi juga hadir di tengah aktivitas masyarakat perkotaan.
“Kami ingin pesan kegembiraan menyambut Ramadan bisa dirasakan semua kalangan. Karena itu, Tarhib Ramadan kami hadirkan di ruang publik seperti CFD, agar nilai-nilai Ramadan hadir secara inklusif dan menenteramkan,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menuturkan, Tarhib Ramadan kali ini mengusung tema Ramadan ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan tambahan nilai tenteram bagi semua. Tema tersebut mencerminkan harapan agar Ramadan tidak hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga berdampak pada lingkungan sosial.
Abu Rokhmad menambahkan, konsep ASRI selaras dengan semangat Islam yang menghadirkan rasa aman, menjaga kesehatan, kebersihan, serta keindahan ruang hidup bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diinternalisasi umat Islam selama Ramadan dan berlanjut setelahnya.
“Ramadan adalah momentum membangun peradaban yang lebih ramah, bersih, dan menenteramkan. Bukan hanya untuk umat Islam, tetapi juga bagi kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk,” katanya.
Ia juga menyinggung tradisi Rasulullah Saw. yang memberikan khotbah kepada para sahabat menjelang Ramadan sebagai bentuk penguatan spiritual dan kesiapan umat menyambut bulan suci. Tradisi tersebut, menurutnya, menjadi inspirasi bagi Kementerian Agama dalam menggelar Tarhib Ramadan secara berkelanjutan.
“Rasulullah menyiapkan umatnya secara ruhani sebelum Ramadan datang. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan, agar umat Islam menyambut Ramadan dengan kesiapan fisik, batin, dan kesadaran sosial,” ujar Abu Rokhmad.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, Kementerian Agama berharap umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan, kesiapan, serta komitmen untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman yang menyejukkan dan berdampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Sebagai informasi, kegiatan Tarhib Ramadan ini merupakan bagian dari rangkaian program Joyful Ramadan Mubarak yang digelar Kementerian Agama sebagai upaya menghadirkan suasana Ramadan yang ramah, sehat, dan penuh kegembiraan di ruang publik. Melalui berbagai kegiatan edukatif, kebersamaan, dan aktivitas fisik, program ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat menyambut bulan suci dengan semangat yang menenteramkan dan inklusif.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



