Kuta, Bimasislam— Pulau Bali dikenal sebagai destinasi wisata terbaik di dunia. Pulau yang bertetangga dengan Lombok ini merupakan primadona Indonesia dalam kancah pariwisata di tingkat internasional. Selain karena keindahan alamnya yang menawan, budaya lokal Bali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong, tak terkecuali wisatawan Muslim.
Beberapa waktu lalu, sebagian wisatawan Muslim merasa kesulitan saat bepergian ke Bali terutama dalam hal memilih makanan yang halal. Namun kini, para pelancong Muslim tak perlu khawatir saat melakukan travelling ke Bali karena sejumlah biro jasa perjalanan wisata telah menyiapkan layanan wisata halal.
Sejumlah agen travel wisata halal mulai marak di Pulau dengan julukan Pulau Dewata itu dengan tawaran harga yang semakin kompetitif. Sebutlah sejumlah nama agen travel seperti Bali Halal Tour, Bali Muslim Tours, Bali Indah Tour Holiday, Halal Bali Tour, Bali Muslim Travel, Travel Muslim Bali, dan lain-lain menyuguhkan jasa wisata keliling Bali bagi pelancong Muslim dengan jalinan kerjasama dengan hotel dan restoran yang bersertifikat halal di seluruh Bali, sehingga wisatawan Muslim tak perlu khawatir soal kehalalan makanan saat plesiran di Pulau Seribu Pura itu.
Muhammad Deny, seorang pengusaha agen perjalanan wisata sudah 3 tahun belakangan beralih ke segmen wisatawan Muslim. Menurutnya, pasar wisatawan Muslim di Bali cukup potensial untuk digarap, terutama wisatawan dari Timur Tengah, Malaysia, Melayu Singapura, dan tentu saja wisawatan domestik. Pangsa pasar Muslim, menurutnya, akan terus potensial di Bali mengingat pulau tersebut berada di tengah-tengah Negara dengan mayoritas umat Islam.
“Sejak tahun 2013, kami mulai concern untuk meraup pangsa turis Muslim, selain wisatawan domestik, juga turis dari Timur Tengah, Malaysia, Singapura, dan lain-lain,” katanya saat berbincang dengan bimasislam, Rabu (7/9).
Selain agen travel wisata Halal, sejumlah penginapan di Bali juga telah menyuguhkan fasilitas halal bagi wisatawan. Sejumlah hotel yang telah memiliki sertifikat halal antara lain Hotel Grand Santhi, Grand Zurri Hotel, Winna Holiday, Bait Kaboki, The Harmoni Legian, Radhana Hotel, Goodway Hotel and Resort, Nirmala Hotel, Puri Nusa Indah Sanur, dan Nusa Dua Beach Hotel dan sebagainya,
Selain itu, sejumlah hotel yang menyatakan bebas dari babi juga cukup banyak di Pulau yang meraih gelar Pulau Terbaik Nomor Satu di Asia dan Terbaik Kelima di Dunia versi situs pemeringkat wisata dunia TripAdvisor.
Meski demikian, Deny mengatakan pengawasan dari pemerintah diperlukan untuk menjamin standar halal yang diklaim oleh penyedia jasa pariwisata, baik itu agen travel, hotel, maupun restoran di Bali.
“Banyak yang menyatakan diri sebagai travel Muslim, tapi pelayanannya tidak memenuhi standar syariah,” katanya.
Sementara itu saat dihubungi secara terpisah, Kasubdit Produk Halal Kementerian Agama, Siti Aminah, menegaskan bahwa semua agen perjalanan wisata yang mengidentitaskan dirinya sebagai agen wisata halal harus melakukan audit halal demi menjami keamanan terhadap konsumen. “Membuka layanan jasa wisata halal itu ada konsekuensinya. Jika suatu agen wisata mengidentitaskan dirinya sebagai agen wisata halal, maka dia harus memberikan jaminan kepada konsumen berupa layanan yang memenuhi standar halal. Harus ada sertifikasinya. Jika tidak memenuhi standar, sebaiknya disebut ‘travel konvensional’ saja, jangan (menggunakan identitas) halal.” Tegasnya/
(sigit-vikry/bimasislam/foto:balitourismboard-bedugulpark)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



