Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar Gema Takbir Akbar Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara ini menjadi momentum untuk menyempurnakan ibadah puasa sekaligus menggaungkan syiar Islam Indonesia ke panggung internasional melalui kolaborasi dengan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmat, dalam sambutannya menekankan bahwa kedisiplinan dan kesabaran yang ditempa selama 30 hari Ramadan harus bertransformasi menjadi energi pembangunan nasional. Ia berharap nilai-nilai spiritual ini menjadi motor penggerak bagi kemajuan bangsa.
"Semoga semangat disiplin beribadah dan semangat sabar dalam menjalankan semua yang sudah kita laksanakan bisa kita jadikan sebagai stream untuk memajukan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Abu Rokhmad di hadapan jemaah dan tamu undangan negara sahabat, Jum'at (220/3/2026).
Penyelenggaraan Gema Takbir tahun ini melibatkan keterhubungan bilateral dengan negara tetangga. Abu Rokhmat mengungkapkan ambisinya untuk membawa syiar Islam dari Indonesia agar lebih mendunia melalui inovasi penyiaran dan kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
"Kegiatan pada malam hari ini merupakan kesempatan bilateral yang bekerja sama dengan negara-negara MABIMS. Ke depan, kita akan melakukan improvisasi dan inovasi yang lebih baik lagi agar Indonesia dapat mengagungkan asma Allah dengan lebih meriah lagi, sebagaimana yang kita rasakan bersama," tambahnya.
Dedikasi Pelayanan Tanpa Henti
Di sisi lain, Gema Takbir ini juga menjadi potret dedikasi jajaran Kementerian Agama dalam melayani umat. Abu Rokhmad menceritakan bagaimana seluruh tim Bimas Islam bekerja secara maraton sepanjang bulan suci guna memastikan seluruh rangkaian ibadah masyarakat berjalan khidmat dan lancar.
"Selama bulan Ramadhan, kalender kegiatan Direktorat Jenderal Bimas Islam penuh, tidak ada hari libur. Kami berupaya melaksanakan berbagai macam kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Mukhlis M Hanafi menjelaskan bahwa malam takbiran adalah momen untuk menambal segala kekurangan dalam ibadah yang telah dilakukan. "Bilangan puasa 30 hari sudah kita sempurnakan. Malam ini, kita menyempurnakan kekurangan dalam pelaksanaan ibadah tersebut dengan takbir mengagungkan asma Allah," ungkapnya.
Melalui perpaduan antara spiritualitas yang kuat, pelayanan yang prima, dan kolaborasi internasional, Gema Takbir Akbar Nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi penanda berakhirnya Ramadhan, tetapi juga menjadi titik tolak Indonesia sebagai mercusuar peradaban Islam yang damai dan maju di tingkat global.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



