Bogor, Bimas Islam – Masjid Darussalam Kota Wisata, Depok, menjadi salah satu destinasi dalam rangkaian kegiatan Masjid Travelers 2025 yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Masjid yang berdiri sejak 1998 ini berhasil mencatatkan pendapatan hingga Rp1,5 miliar per bulan, berkat inovasi tata kelola dan pemberdayaan umat yang dijalankan para pengurusnya.
Ketua Umum Yayasan Darussalam, Nofil Anoverta, mengatakan, sejak dirinya dipercaya memimpin pada 2023, konsep pengelolaan masjid diubah secara menyeluruh. Masjid dikembangkan sebagai pusat peradaban Islam yang juga mengelola berbagai program sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kemanusiaan.
“Pendapatan masjid ini sebelumnya hanya sekitar Rp200–300 juta per bulan. Setelah kita ubah mindset, beradaptasi dengan teknologi, serta bersinergi dengan berbagai pihak, alhamdulillah sekarang mencapai Rp1,5 miliar per bulan,” ujar Nofil saat menyambut 25 konten kreator Masjid Travelers 2025, Sabtu (20/9/2025).
Menurutnya, sumber pemasukan masjid berasal dari beragam kegiatan yang dikelola secara profesional, mulai dari pengelolaan area parkir, kantin, hingga dukungan UMKM. Selain itu, Masjid Darussalam juga aktif menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga, termasuk BAZNAS dan Kementerian Agama, sehingga diakui sebagai salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) berbasis masjid di Indonesia.
Lebih jauh, Nofil menekankan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan Masjid Darussalam adalah keterlibatan generasi muda. “Tim kami 50 persen anak-anak muda. Mereka punya kecepatan, kecerdasan, dan kekuatan. Dengan inovasi dan kerja sama, kita bisa menjadikan masjid ini lebih dari sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat,” tambahnya.
Kepala Subdirektorat Kemasjidan Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi capaian Masjid Darussalam. Ia menilai pengelolaan modern berbasis teknologi yang dijalankan pengurus telah menjadikan masjid ini sebagai ikon Kota Wisata Depok.
“Pendapatan yang luar biasa ini semoga terus memberi manfaat luas bagi masyarakat. Inovasi yang dilakukan pengurus, mulai dari layanan hingga penguatan media sosial, patut menjadi contoh nasional,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, Masjid Darussalam juga memiliki lebih dari 30 program kerja, antara lain rumah singgah, rumah Qur’an, bengkel Qur’an, serta beasiswa pendidikan yang telah mengantarkan generasi muda berprestasi ke berbagai perguruan tinggi ternama.
Dengan konsep yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mandiri, Masjid Darussalam Kota Wisata bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban Islam yang memberi dampak nyata bagi umat. Masjid Darussalam juga menyabet sejumlah penghargaan dari Dewan Masjid Indonesia untuk 3 kategori, yaitu ZISWAF, Pelayanan Bencana Alam dan Kemanusiaan, serta kategori Program Kerja.
Mr



