Batam, bimasislam— Ketahanan keluarga merupakan strategi terdepan dalam mengatasi permasalahan radikalisme, terorisme, narkoba dan problematika umat lainnya. Termasuk dalam menyikapi tingginya angka perceraian, ketahanan keluarga langkah solusinya. Berlatarbelakangkan hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Batam pada hari ini Jumat (13/5) melaunching Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Berbasis Rumah TanggaEmas (Enterprenier, Mandiri, Aman, dan Sakinah)di lapangan Taman Kartini Raya Kelurahan Sei Harapan Kecamatan Sekupang Batam. Launching ditandai dengan pelepasan sejumlah balon yang dilakukan Muchtar Ali, Direktur Penerangan Agama Islam,
Keluarga Sakinah adalah keluarga yang dibina atas perkawinan yang syah, mampu memenuhi hajat spiritual dan material secara layak dan seimbang, diliputi suasana kasih sayang antara anggota keluarga dan lingkungannya dengan selaras, serasi serta mampu mengamalkan, menghayati dan memperdalam nilainilai keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia. GKS- RT Emas memiliki 13 kriteria yaitu (1)Keluarga memiliki Kutipan Akta Nikah. (2)Warga usia 7 tahun ke atas mampu membaca Al Quran. (3)Warga usia 10 tahun ke atas melaksanakan sholat. (4)Warga memiliki Al Quran Terjemah dan Sajadah. (5)80% warga melaksanakan gerakan sadar zakat dan wakaf. (6)80% wanita muslimah berpakaian sopan dan berjilbab. (7)Pekarangan bersih, rapi dan tersedia tong sampah. (8)80% warga pria dewasa aktif sholat berjamaah. (9)Secara berkala mengadakan gotong royong. (10)Tidak ada kekerasan dalam rumah tangga. (11)Warga menjaga kerukunan antar umat beragama. (12)Budaya sapa, senyum, salam dan tolong menolong. Dan (13)Tidak ada perjudian, peredaran miras dan narkoba.
Gebrakan yang dilakukan Kementerian Agama kota Batam pada gerakan ini, yaitu inisiasi Penyuluh Agama mendatangi rumah tangga demi rumah tangga untuk melakukan pembinaan. Dalam hal ini semua Penyuluh Agama baik yang PNS maupun honorer diturunkan mendatangi 3215 RTdi Batam. Penyuluh bertugas memberikan informasi, edukasi, konsultasi dan advokasi tentang keluarga sakinah. Gerakan ini menjadi terobosan yang dilakukan penyuluh agama. Metoda jemput bola dengan mendatangi keluarga demi keluarga, akan lebih mampu memetakan permasalahan-permasalahan ketahanan keluarga di Batam. Sehingga perencanaan langkah solusinya akan tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Hadir juga pada acara tersebut Direktur Wakaf, Marwin Jamal, Kakanwil Kemenag Kepri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pejabat daerah Batam. Muchtar pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Kankemenag Batam dan seluruh masyarakat yang mendukung GKS-RT Emas. Direktur menyampaikan bahwa baik dan buruknya bangsa ini kunci utamanya adalah keluarga.Apalagi berbicara tentang peran Ibu, dimana peran ibu tak bisa tergantikan sekalipun dengan seribupembantu atau baby sister. Ibu adalah sekolah utama dan pertama. Untuk bisa menjadibangsa berkualitasyang berkah dan beriman, maka pendidikan menjadi seorang Ibu bagi anak-anak perempuan, lebih utama untuk diperhatikan. Muchtar menekankan bahwa bimbingan dan pembinaan dalam hal ini prioritas untuk diberikan penyuluh. Lebih lanjut mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ini menegaskan bahwa setiap keluarga harus meningkatkan motivasinya membangun keluarga dengan peningkatan kualitas, adanya rasa aman, tentram dan terwujudnya kesejahteraan lahir batin.
(lady-badar/bimasislam)



