Oleh:
Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A.*
Kau terlahir dari sulbi suci seorang Anreguru, kekasih Tuhan
Kau dibesarkan, dibina ditempa dan dididik oleh sosok selebriti langit idola para malaikat
Kau tumbuh belajar dalam lingkungan suci pesantren, benteng ketahanan bangsa
Sejak dini kau bertarung memperjuangkan cita-cita mulia, dan menjadi ketua Ansor
Kini kau mendapatkan amanah suci dari republik tercinta
Melayani dan membimbing umat
The Guardian of the Faith of Umma
Sejak hari pertama amanah itu kau emban
Niat suci dan komitmen kuat kau buhulkan di sanubari
Kau bulatkan tekadmu meneruskan perjuangan leluhurmu
Pada langkah pertama dari seribu langkah yang kau butuhkan
Kau hentakkan kakimu dengan keras
Kau pekikkan suaramu dengan lantang
Kau kepalkan tanganmu dengan kuat
Kau terikkan semangatmu dengan keras
Kau pun sampaikan bisikan lembut nurani
Kau mengajak jajaranmu menyatukan langkah
Merapikan barisan mengumpulkan energi besar
Untuk bersama-sama mendentumkan ledakan hebat perubahan Kementerian Agama
Lewat pergumulan panjang, pengamatan mendalam, inspirasi dari berbagai lapisan, masukan dari berbagai elemen
Kau rumuskan program prioritas
Beberapa hari lalu kau memimpin rapat penting bersama para pejabat kemenag
Kau sampaikan filsafat kepemimpinan yang mengesankan, amat sangat dalam
Saya lebih memilih menjadi pemimpin yang ditakuti daripada menjadi pemimpin yang dicintai
Pemimpin yang dicintai sering berahir penghianatan
Pemimpin yang ditakuti akan berbuah kepatuhan
Sebuah filosofi kepemimpinan kontekstual yang amat dalam
Knowing you, sebagai anak buah, ku mencoba memaknai secara hermeneutik
Ku mencoba menangkap mutiara pesan dibalik narasi filsafat itu
Narasi itu merefleksikan sebuah persistensi dan determinasi untuk mencapai tujuan
Untuk membangunkan alam bawah sadar kolektif segenap jajaran
Untuk bergerak bersama menuju cita-cita bersama
Kereta harus sampai tujuan
Berangkat tepat waktu
Tiba tepat waktu
Yang mencoba menghalangi akan di tabtak
Yang berbeda visi silahkan minggir
Keluar barisan
Namun kurasakan, dibalik ketegasan dan determinasi itu ada cinta putih dihatimu,
ada cinta putih yang bening, mengalir deras tak terbendung
Cinta terhadap integritas, perjuangan, dan kerja keras, loyalitas, dan persistensi mewujudkan cita cita
Demikian aku memahami filsafat kepemimpinanmu
Alhamdulillah
Walau dirimu belum puas
banyak capaian yang membanggakan telah kau torehkan
Walau badai sering datang menerpa
Apresiasi datang dari berbagai arah
Hujatan kau respon dengan prestasi
Cibiran kau balas dengan senyuman dan ketulusan
Wala tahqironna minal ma….
Mungkin itu yang menginspirasimu
Kami berjanji, bahkan bersumpah untuk mendukungmu sepenuh hati
Karena perjuanganmu adalah perjuangan kita bersama
Puisi di hari ulang tahun Gus Menteri
Jakarta, 4 Januari 2023
*Dirjen Bimas Islam, Kemenag RI



