Profil kita bulan ini mengangkat pria yang dikenal sebagai sosok paling murah senyum. Selain senyumnya yang lebar, dalam benak para pegawai Bimas Islam, pria kelahiran Medan, 2 April 1962 ini juga mudah dikenal dari penampilan khasnya: blazer berwarna gelap, kacamata, dan tentu saja yang tak boleh ketinggalan: kumis. Perpaduan tiga hal itu mengesankan penyuka olah raga voli ini selalu nampak rapi jika tak boleh dibilang klimis.
Namanya adalah H. Ahmad Rifa’i, SH, Kasubbag TU pada Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar). Saat bimasislam menyambangi ruang kerjanya, Pak Rifa’i, begitu ia akrab disapa, baru selesai merapikan tumpukan surat dan berkas-berkas Direktorat Urais. “Cakupan kerja Urais itu sangat besar, mulai dari urusan KUA dan Penghulu, hisab rukyat dan bimbingan syariah, produk halal, dan kemasjidan,” katanya.
Wajar, lantaran cakupan kerja yang demikian luas, meja pak Rifa’i mungkin tak cukup lebar untuk menampung tumpukan surat dan dokumen yang terkait dengan ke-urais-an. Meja itu harus selalu dirapikan dengan cepat agar cukup punya space untuk menyambut sebakul surat-surat baru tiap harinya.
Karakter Direktorat Urais Binsyar memang khas. Sebagai Kasubbag yang melayani seluruh Subdit di Direktorat Urais Binsyar, Pak Rifa’i tahu betul kekhasan ini. “Selain cakupan kerja yang luas, karakter pekerjaan di Urais juga saling berbeda satu sama lain, bahkan dalam beberapa hal tidak saling kait mengait secara langsung. Kemasjidan berbeda karakternya dengan Subdit Halal, Hisab Rukyat berbeda dengan Subdit yang lain. Hanya KUA dan Kepenghuluan yang relatif punya kaitan langsung.”
Lantaran cakupannya yang luas itu, permasalahan umat yang ditangani di Urais juga tak kalah banyaknya. Oleh sebab itu, butuh skill khusus untuk menjadi Kasubbag yang menggawangi Tata Usaha pada Direktorat yang kini dipimpin oleh Pak Muhammad Tambrin itu.
“Bekerjagak bergantung tenaga, kalau bergantung pada tenaga,nggak selesai pekerjaan kita” itu tips dari Pak Rifa’i dalam mengelola TU di Urais Binsyar. Meski begitu, ia menyambut positif keluarnya PMA 42/2016 yang ‘memekarkan’ Direktorat yang terdiri dari lima Subdit itu menjadi ‘tiga unit’, yaitu (1) Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah; (2) Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah; dan satu lagi: (3) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Bagi Pak Rifa’i, hal ini diperlukan agar lokus pekerjaan bisa lebih spesifik dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik.
Dalam kehidupan pribadi, Sarjana Hukum jebolan Universitas Mpu Tantular ini dikarunai tiga orang anak: dua putra dan satu putri. Putra pertamanya, Shafrizal Ahmad telah lulus Sarjana Ekonomi. Anak keduanya, Muhammad Irsyad, kini tengah mengikuti jejak ayahnya menempuh studi Ilmu Hukum di sebuah universitas ternama di Bogor.
Sementara Si Bungsu, Risnida Istiqamah, yang terpaut 11 tahun dari kakaknya saat ini masih duduk di kelas 6 SD. “Rencananya punya anak dua. Alhamdulillah dikarunai yang ketiga, dan menjadi pelengkap karena si bungsu ini perempuan.”
Yang menarik pak Rifa’i adalah soal hobi. Selain dikenal sebagai pria yang murah senyum, pria yang menjabat sebagai Kasubbag TU pada 2012 itu juga dikenal karena hobi bernyanyinya. Pak Rifa’i punya suara yang bagus. Ia cukup sering membawakan lagu pada berbagai event, baik itu event kantor, maupun acara keluarga atau liburan.
Saat ditanya tentang penyanyi favoritnya, penyuka musik jazz dan blues itu mengaku sebagai fans penyanyi senior Harvei Malaihollo.
Tapi tunggu dulu, saat ditanya ihwal genre dangdut, ia menjawab cukup tertarik pada lagu-lagu Bang Haji Rhoma Irama dan Evi Tamala. Memang, Bagi pria campuran Aceh-Kalimantan yang besar di tanah Melayu ini, hobi merupakan bagian dari hiburan untuk merelaksasi diri di tengah tuntutan pekerjaan yang demikian padat.
Menjadi Kasubbag TU pada Direktorat dengan lima subdit memang bukan perkara mudah.Tapi dengan sifatnya yang terbiasa mandiri sejak kecil, tak ada persoalan yang tak selesai.
“Dalam melayani pimpinan, saya banyak belajar, dan tentu mengambil sisi positif dari semua hal.” pungkasnya.
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



