Profil kita kali ini mengangkat sosok Kabag Ortala dan Kepegawaian (Ortapeg) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, H. Eddy Mawardi, MH. Di lingkungan Ditjen Bimas Islam beliau biasa dipanggil "Pak Eddy" atau "Mas Eddy".
Dikenal dengan sosoknya yang ramah dan tanpa basa-basi dalam hal prinsip, Pak Eddy cukup dikenal oleh seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam. Disamping bersentuhan langsung dengan tugas-tugas administrasi kepegawaian, Bagian Ortapeg Ditjen Bimas Islam setiap tahunnya mengadakan pembinaan pegawai melalui program outbond dan pendekatan mental-spiritual untuk menumbuhkan semangat dan kreatifitas kerja. Dengan program ini maka tidak heran sosoknya sangat dikenal oleh seluruh pegawai.
Lelaki kelahiran Palembang, 29 September 1973 ini memiliki prinsip bahwa bekerja itu harus dengan kesungguhan dan terus belajar untuk menguasai masalah dengan baik. "Pekerjaan seberat apapun selama kita tekuni dengan baik, tidak malu bertanya, dan bersedia menerima kritik dari orang lain, maka pasti akan menghasilkan kinerja yang baik", tandasnya ketika ngobrol ringan dengan bimasislam.
Selain itu, mantan Kasubag Hukum dan Peraturan Perundang-undangan dan Kasubag Kepegawaian ini menegaskan, sebagai PNS sudah ada aturan dan prosedur kerja yang jelas, sehingga setiap pegawai hanya dibutuhkan kemauan, kreatifitas, dan inovasi agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal. Prinsip ini juga diterapkan dalam memotivasi anak buah dalam bekerja. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi, tergantung bagaimana pimpinannya bisa membina dan mengarahkannya. Karena, pembinaan pegawai itu bersifat unik, antara satu pegawai dengan lainnya tidak sama pendekatannya.
Ketika ditanyakan terkait dengan visinya dalam mengembangkan SDM di lingkungan Bimas Islam, mantan ketua ULP Ditjen Bimas Islam yang pernah melelang Alquran dan Buku Nikah ini memberikan garis bawah (underline), banyak pegawai di lingkungan Ditjen Bmas Islam yang bagus, berkualitas, dan berintegritas. Bahkan dalam catatannya, setiap unit eselon II di lingkungan Ditjen Bimas Islam memiliki mutiara-mutiara berusia muda yang sangat potensial untuk masa depan Bimas Islam. Pihaknya menaruh perhatian bagi anak-anak muda yang profesional dan memiliki komitmen. Karena di tangan mereka lah maju mundurnya Bimas Islam kelak.
Lebih lanjut, untuk mendukung program Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan Ditjen Bimas Islam, magister hukum dari IBLAM yang memiliki hobby badminton dan catur ini menguraikan langkah-langkah yang telah dilakukan, yaitu melakukan pembinaan melalui pengetatan kehadiran di kantor seluruh pegawai dengan menyampaikan print-out bulanan kepada pimpinan agar diketahui tingkat kedisiplinan kerja pegawai.
Beberapa program ikutan diantaranya adalah sosialisasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), sosialisasi Undang-undang Nomor 25 Tahun 29 tentang Pelayanan publik, penandatanganan Pakta Integritas kepada seluruh pegawai sebagai salah satu wujud pelaksanaan internalisasi 8 area perubahan dalam RB.
Langkah penting lainnya yang sudah dilakukannya untuk meningkatkan kinerja Bimas Islam adalah melakukan pemetaan Renstra sebagai bahan penyusunan IKU yang dimanfaatkan sebagai acuan dalam penyusunan program dan kegiatan agar dapat terukur dengan baik. "Salah satu keberhasilan program itu jika capaiannya dapat diukur dengan jelas melalui IKU. Sehingga kita bekerja itu jelas target dan sasarannya, tidak hanya menjalankan rutinitas yang kurang jelas arahnya", ujar sarjana hukum UNTAG ini.
Menurut lelaki yang suka berkelakar ini, dalam beberapa waktu terakhir Bimas Islam telah berjuang keras memenuhi standar pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dipersyaratkan oleh Menpan dan RB. "Alhamdulillah, Ditjen Bimas Islam dinilai dapat memberikan andil positif bagi Kemenag dalam komitmen pelaksanaan RB, khususnya pada pelaksanaan penilaian PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan RB) yang dilakukan oleh Tim Kemenpan dan RB. Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama, sehingga ke depan Ditjen Bimas Islam akan semakin maju dan berkualitas", harapnya.
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



