Tarakan, bimasislam-- Seorang Hafiz 30 Juz bernama Hadian Akbar asal Bandung Jawa Barat ini mengaku sangat mengidolakan Ibunya karena sejak kecil Ia selalu didukung ibunya hingga saat ini berhasil menghafal Al-Quran 30 Juz. Hal itu ia ungkap dalam sebuah kesempatan pada acara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional XXIV di Tarakan, Kalimantan Utara.
"Idola saya yang pertama tentunya ibu saya yang telah melahirkan, membimbing sejak awal menghafal Al-Quran, terus menyemangati, karena saya ini ketika menghafal pernah ada rasa putus asa. Ketika hafal Al-Quran 15 juz saya pernah sempat mau berhenti karena sulitnya menghafal Al-Quran," kata Hadian di Tarakan, Rabu (18/7) lalu.
Hadian melanjutkan, ketika Ia memiliki rasa untuk berhenti menghafal Al-Quran, dirinya bercerita kepada orang tuanya bahwa ia merasa kesulitan dan malas, dan banyak godaan lain, namun orang tuanya tetap memberikan motivasi dan mengatakan bahwa jika ia ingin menjadi penghafal Al-Quran seperti cita-citanya, maka tidak boleh kalah dengan godaan seperti itu.
Selain Ibu ternyata Hadian juga mengidolakan guru tahfidznya di Pesantren Al-Quran Al-Falah Bandung. Ketika ia bercerita ke gurunya perihal rasa putus asanya itu, gurunya mengatakan bahwa menghafal Al-Quran itu ibarat rezeki, jika kita mencarinya sungguh-sungguh, maka rezeki itu akan datang berlimpah.
"Jadi kalau ingin menghafal Al-Quran hafalanya harus sungguh-sungguh, usahanya ditingkatkan lagi agar tercapai menjadi hafizul Quran. Dari situ saya semangat, maka dari itu idola saya adalah orang tua dan guru yang telah menjadi sumber ilmu pengetahuan saya," ungkapnya.
Ia juga bercerita ketika pada awal baru mulai menghafal Al-Quran, Hadian sempat kebingungan bagaimana cara menghafalnya, dan pada saat itu Ibunya lah yang membimbingnya menghafal perayat hingga hafal setengah dari juz 30. Ketika Ia kelas 3 SD, ia menemukan Al-Quran Braille dan pada kelas 6 SD ia berhasil menghafal 1 Juz. Dan 3 tahun setengah berikutnya, ia berhasil menghafal Al-Quran 30 Juz.
"Dari Al-Quran braile itu saya mulai menghafal Al-Quran, kelas 6 SD saya hafal 1 juz, lalu ditanya oleh guru SD, setelah lulus mau lanjut ke mana, saya bilang mau masuk pesantren. Tahun 2007 saya masuk pesantren tahfidzul quran dan 3 tahun setengahnya, awal tahun 2011 saya hafal quran 30 juz," katanya.
Hadian sendiri tengah mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional XXIV di Tarakan kategori hafiz 30 Juz. STQ Nasional ini dimulai sejak 16 Juli dan akan ditutup pada 21 Juli 2017 malam.
Royhanul Iman/Bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



