Oleh:
Nasuha Abu Bakar, MA*
Istilah lebaran berawal dari bahasa kita bahasa Indonesia yang maksud sesungguhnya adalah hari raya. Ada juga yang mengatakan bahwa kata lebaran diambilnya dari bahasa jawa yaitu diambil dari kata "Lubar" yang memiliki arti bebas, lepas, tanpa adanya sangkut paut. Maka oleh karenanya muncul dari kata "Lubar" itu beberapa istilah yang kehadiran kata itu menjadi semakin luas dan jelas makna "Lebaran".
Dimaknai dengan istilah "Lubaran", apa sebenarnya "Lubaran" kita dengan sesama sedikit pun tidak menyisakan kesalahan, noda, khilaf antar sesama manusia, yang sering disebut istilahnya dengan "Hablum minannas" saling membebaskan, sehingga satu sama lainnya saling lepas,bebas merdeka tanpa ada hambatan bila kelak melangkah di alam Mahsyar.
Ada juga yang memaknai dengan istilah "Lebaran" dibacanya dengan kata "Le" berawal dari kata "Lebar" yang memiliki makna "Lebar, luas. Dengan datangnya hari lebaran diharapkan hati kita menjadi luas melebihi luas nya samudera agar dapat memaafkan antar sesama manusia. Dari luas nya sehingga tiada bertepi. Maksudnya dengan datangnya hari lebaran diharapkan hati kita orang orang beriman dapat dan mudah memaafkan antara sesama kita. Bilamana hati kita sempit, maka biasanya sangat sulit untuk dapat memaafkan antar sesama. Terkadang dengan saudaranya sendiri, dengan keluarga dekatnya sekalipun ketika hatinya sempit, maka orang seperti ini akan sulit untuk memaafkan.
Ada juga maknanya "Laburan" yang memiliki makna ditutup, ditimpa seperti warna cat dinding rumah yang warna asal nya krem kemudian dilabur dengan warna yang baru seperti putih atau orange, setelah dilabur maka warna asalnya tidak terlihat. Demikian juga dengan hadir nya hari lebaran,maka kita berusaha untuk melabur khilaf dan salahnya sahabat sahabat kita dengan cara membebaskan dan dilabur atau ditutup dengan kebaikan.
Yang berikutnya adalah "Luberan", maksud dari kata "Luberan" artinya dengan hadirnya hari raya atau hari lebaran, efek puasanya kita dapat meluberkan rezeki kepada sesama terutama kepada kerabat dekat dan para tetangga yang berada di lingkungan sekitar. Maksudnya apakah kita berbagi dalam bentuk makanan, masakan, sandang atau pakaian, atau membagikan uang recehan yang baru. Karena harus disadari bahwa rezeki yang Allah menitipkan kepada kita bukan semuanya dnikmati, tetapi ada sebagian adalah milik orang lain yang selayaknya dibagikan kepada yang punya. Berlalu nya bulan suci ramadhan telah mengajarkan kita untuk menjadi hamba Allah yang pemurah sebagaimana pemurah nya nabi Ibrahim, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam.
Itulah hakikat makna hari lebaran yang dipaparkan oleh pak ustadz Dzul Birri dalam majlis malam Jum'at kliwonannya.
Wallaahu 'alamu bish shawaab wailaihil musta'aan.
*Penyuluh Agama Islam Kota Tangerang Selatan



