Jakarta, bimasislam— Sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara Kominfo dengan pengelola atau pemiliki situs-situs Islam yang diblokir pada hari Selasa (7/4), Panel Penanganan Situs bermuatan Terorisme dan SARA merekomendasikan agar Menteri Kominfo membuka 12 situs yang telah diblokir dengan pengawasan. Pembukaan ini didasarkan pada adanya komunikasi dan konsultasi antara Kominfo dengan para pengelola/pemiliki dan semangat untuk menjaga suasana tenang dan menjaga keutuhan NKRI. Sedangkan ke-7 situs lainnya ditunda normalisasinya karena tidak ada niat baik mereka menjalin komunikasi dengan Kominfo. Demikian adalah hasil rapat Panel dalam rapat di gedung Kominfo lantai 3, Jl. Merdeka Barat 9, Jakarta (9/4).
Dalam rapat tersebut dinyatakan bahwa Panel belum bisa memutuskan soal konten setiap situs karena mendesaknya waktu yang diberikan. Namun, demi menjaga situasi yang kondusif dan adanya komunikasi aktif antara pemilik situs dengan Kominfo, maka Panel merekomendasikan agar situs-situs yang telah dibuka dinormalisasi sambil dilakukan kajian mendalam di kemudian hari.
Dalam rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Panel, Agus Barnas. Hadir anggota panel yang lain, diantaranya adalah Prof. Tjipta Lesmana, guru besar komunikasi politik UI, Prof. Tamrin Amal Tamagola, guru besar sosiologi UI, Arief Mulyawan (Kejaksaan Agung RI), KS. Arsana, Uung Sundana, Asep Saefullah (AJI), Alim Sudio, dan lain-lain. Hadir pula perwakilan dari MUI, S. Ecip dan Kasubag Sistem Informasi Dtjen Bimas Islam, Thobib Al-Asyhar.
Adapun situs-situs yang direkomendasikan dinormalisasi adalah Arrahmah.com; Voa-islam.com; Panjimas.com; Dakwatuna.com; An-najah.net Muslimdaily.net; Hidayatullah.com; Salam-online.com; Aqlislamiccenter.com; Kiblat.net; Gemaislam.com; Eramuslim.com. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



