Surabaya, Bimas Islam— Suasana Car Free Day (CFD) yang menjadi rangkaian Walk For Harmony di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (30/11/2025), menjadi haru ketika tiga peserta dari latar belakang berbeda dipanggil naik ke panggung sebagai pemenang hadiah utama. Mereka adalah buruh serabutan, guru madrasah, dan pengemudi ojek daring.
Mereka datang seperti peserta lainnya—tanpa ekspektasi, hanya ingin menikmati acara yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Namun, mereka pulang dengan hadiah yang tak terduga.
“Kerja keras bertahun-tahun belum tentu cukup, tapi hari ini saya dapat mobil," begitu ungkapan jujur Muhammad Ridwan, buruh serabutan asal Surabaya, yang gemetar saat nomor undiannya dibacakan. Selama ini, ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mobil baginya adalah sesuatu yang bahkan tak pernah masuk daftar mimpi.
“Kerja keras saya sebulan kadang belum cukup untuk makan keluarga. Hari ini saya menang mobil. Saya tidak bisa mengendarai mobil, nanti akan saya berikan ke anak saya untuk jadi pengemudi taksi daring,” ucap Ridwan sambil menahan haru.
Di antara ribuan peserta yang bersorak, sebagian ikut menyeka air mata. Ridwan tersenyum kecil, tetapi matanya berkaca-kaca. “Allah memberi jalan agar saya bisa ke Tanah Suci," tuturnya.
Tak jauh beda suasananya ketika nama Pujiono, pengemudi ojek daring asal Sidoarjo, dipanggil. Ia naik ke panggung sambil menunduk, mencoba menahan getar suaranya. Sehari-hari ia bekerja mengantar penumpang dan barang, sementara tabungannya hanya cukup untuk kebutuhan rumah.
Saat dinyatakan sebagai penerima paket umrah, Pujiono sempat terdiam. Kata-kata tak keluar dari mulutnya. "Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menang. Selama ini saya hanya menabung untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang Allah memberikan jalan agar saya bisa ke Tanah Suci,” ujarnya lirih.
Guru madrasah yang tak menyangka akan berangkat ke Tanah Suci
Pemenang paket umrah lainnya adalah Salekun, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Surabaya. Ia terlihat memeluk nomor undiannya erat-erat, seperti tak ingin percaya.
Selain mereka, peserta Walk for Harmony yang beruntung juga mendapatkan 1 unit honda beat, 7 unit motor listrik, 11 unit handphone, serta smart TV.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, yang menyerahkan hadiah, mengakui bahwa momen-momen seperti inilah yang menunjukkan makna terdalam dari Walk For Harmony.
“Hadiah ini adalah bentuk apresiasi sekaligus penguatan bahwa kebersamaan selalu menghadirkan manfaat. Kami ingin masyarakat melihat bahwa menjaga harmoni itu penting dan membawa kebaikan yang nyata,” ujarnya.
Di penghujung acara, ribuan orang pulang membawa kenangan CFD yang meriah. Namun tiga orang pulang dengan harapan baru—harapan yang membuka pintu rezeki, perjalanan suci, dan masa depan keluarga.
Fn/Mr



