Jakarta, bimasislam— Untuk menyikapi musim kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan di berbagai daerah, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, telah membuat himbauan massal agar umat Islam melaksanakan sholat istisqa (meminta diturunkannya hujan) oleh Allah swt. Menyikapi atas himbaun tersebut, di berbagai daerah yang diinisiasi oleh Kanwil Kementerian Agama provinsi mengajak kepada seluruh elemen umat Islam setempat untuk melaksanakan shalat istisqa.
Seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Urais dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, HM. Sawiti, menyampaikan kepada bimasislam, bahwa sholat istisqa telah dilaksanakan hari ini yang bertempat di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.
“Pelaksanaan sholat istisqa, alhamdulillah berjalan dengan baik, tertib dan lancar. Di luar dugaan, ternyata antusiasme masyarakat mengikuti sholat ini cukup besar, yang hadir kira-kira sebanyak 15 ribu jamaah”, ungkapnya dengan semangat.
Lebih lanjut Sawiti mengungkapkan, jamaah yang hadir terdiri dari Keluarga besar Kementerian Agama, unsur Muspida Kalsel, jajawan Polda Kalsel, Danrem 101 Antasari, Danlanal, Danlanud, Kejaksaan, Dewan Masjid Indonesia, DPRD Kalsel, Ormas Islam, Pondok Pesantren, Siswa/siswi Mts dan MA, dan unsur umat Islam Kalsel.
Sebagaimana diketahui bahwa shalat istisqa merupakan salah satu cara umat Islam untuk memohon kepada Allah menurunkan hujan sebagaimana yang pernah diajarkan oleh Rasulullah. Beberapa hal yang perlu dilakukan dlam shalat istisqa adalah:
Pertama, tiga hari sebelum salat Istisqa dilaksanakan terlebih dahulu seorang pemimpin seperti ulama, aparat pemerintah atau lainnya menyerukan kepada masyarakat agar berpuasa dan bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah, menghentikan perbuatan yang zalim dan mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik.
Kedua, pada hari pelaksanaan, seluruh penduduk diperintahkan untuk berkumpul (bahkan membawa binatang ternak) di tempat yang telah dipersiapkan untuk salat istisqa (tanah lapang). Penduduk sebaiknya memakai pakaian yang sederhana, tidak berhias dan tidak pula memakai wewangian.
Shalat istisqa dilaksanakan dengan dua rakaat, diikuti dengan khutbah dua kali oleh seorang khatib. Khutbah salat istisqa memiliki ketentuan tersendiri antara lain:Khatib disunahkan memakai selendang; Pada khutbah pertama hendaknya membaca istighfar 9 kali sedangkan pada khutbah kedua 7 kali; Khutbah berisi anjuran untuk beristighfar (memohon ampun) dan merendahkan diri kepada Allah serta berkeyakinan bahwa permintaan akan dikabulkan oleh-Nya; Pada khutbah ke-dua khatib berpaling ke arah kiblat (membelakangi makmum) dan berdo'a bersama-sama; Saat berdoa hendaknya mengangkat tangan tinggi-tinggi. (thobib/foto:sawiti)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



