Jakarta, bimasislam-- Selama sepekan, dari tanggal 1 sampai 6 Juni 2014 lalu, delegasi Kementerian Agama Republik Rakyat Demokratik Aljazair (Algeria) melakukan studi-banding dalam rangka program pelatihan pengelolaan zakat, wakaf, dan microfinance yang didanai lembaga kerjasama Jerman, Deutsche Gesellschaft fürInternationale Zusammenarbeit (GIZ)GmbH. Peserta kunjungan 10 orang, terdiri dari pejabat Kementerian Agama Aljazair dan pimpinan badan amil zakat setempat. Dalam rangkaian kunjungannya delegasi didampingi oleh senior officer GIZ Jerman, Zulazmi, Deputy Country Director Indonesia and Timor-Leste GIZ, serta Mr. Hicheme Mostefafoui, Second Secretary Kedutaan Besar Republik Rakyat Demokratik Aljazair di Jakarta.
Selama di Jakarta, delegasi Aljazair melakukan kunjungan resmi dan pertemuan dengan Wakil Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dan Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. Muhammadiyah Amin mewakili Dirjen Bimas Islam. Agenda lainnya ialah kunjungan dan pertemuan dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), LAZ Baitulmal Muamalat, BMT Berkah Madani, serta LAZ Dompet Dhuafa.
Pilihan Indonesia sebagai negara tujuan studi banding merupakan kehormatan dan pengakuan luar negeri terhadap perkembangan pengelolaan zakat, wakaf dan lembaga keuangan mikro syariah di Tanah Air. Sejarah Aljazair mencatat, dukungan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa muslim Aljazair untuk lepas dari penjajahan Perancis, senantiasa mereka ingat sampai kini.
“Sesama negara muslim, tidak ada yang jauh. Jauh di mata dekat di hati. Kita umat Islam bagai satu jasad, apabila satu bagian anggota tubuh mengalami sakit, bagian lainnya turut merasakan sakitnya. Sesama umat Islam harus saling mendukung untuk naik, bukan tarik menarik untuk turun.” ucap Prof. Dr. Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan tamu Aljazair.
Segenap delegasi yang dipimpin Ahmed Saidi, Conseeiller du Minister Ministere des affaires religieuses et de habous dalam kunjungan di Kementerian Agama,antusias ingin mengetahui manajemen haji Indonesia. “Manajemen haji Indonesia, lebih maju dari negara kami.” ungkapnya.
Penjelasan seputar manajemen dan proses penyelenggaraan haji disampaikan oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hasan Faozi. Wakil Menteri Agama menyatakan, “Kami bersedia menerima petugas haji dari Aljazair untuk magang di Indonesia. Semuanya akan kami buka karena tak ada yang rahasia antara sesama umat Islam. Semakin maslahat, makin bagus buat kami.” imbuhnya. Sementara itu dalam kunjungan dan pertemuan dengan Sesditjen Bimas Islam yang didampingi Direktur Pemberdayaan Zakat serta Kasubdit pada Direktorat Pemberdayaan Zakat, delegasi mendapat penjelasan ruang lingkup tugas dan peran Kementerian Agama dalam pembinaan zakat dan wakaf. (Mfns/foto:bimaislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



