Jakarta, bimasislam— Satu lagi prestasi anak-anak bangsa yang membanggakan. Delegasi Indonesia berhasil meraih gelar juara umum pada perhelatan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz tingkat Asia Pasifik ke VII yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 18-21 April 2016.
Dalam perhelatan yang ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Indonesia tampil dominan. Dari lima kategori lomba, Indonesia berhasil mendapat juara 1 pada empat kategori.
Pagelaran MHQH ini dibagi ke dalam dua golongan yaitu Musabaqah Hafalan Al-Quran (MHQ) dan Musabaqah Hafalan Hadits Nabawi (MHHN). Golongan MHQ kemudian dibagi lagi ke dalam tiga sub golongan. Adapun nama-nama juara pada tiap kategori tersebut adalah sebagai betikut:
Kategori MHQ 10 Juz: Juara 1, Lalu Muhammad Khoirur Razak (Indonesia) dengan nilai 191,50; Juara 2, Muhammad Rifat al-Banna (Indonesia) sengan nilai: 191; dan Juara 3, Mudroni (Indonesia) dengan nilai: 186.
Kedua, kategori MHQ 15 Juz: Juara 1, Amiruddin Abdullah Hasan (Filipina) dengan nilai: 186; juara 2, Aston Hamidi Siregar (Indonesia) dengan nilai: 185,75; dan juara 3, M Fakhrurrazi Zamzami (Indonesia) dengan nilai: 185,50.
Ketiga, kategori MHQ 20 Juz: Juara 1, Ukayani (Indonesia) dengan nilai:190,50; Juara 2, Muhammad Sulthon An-Nasiro Bahrun (Indonesia) dengan nilai 190,25; dan juara 3, Syasri Muhammad Usni (Malaysia) dengan nilai: 187,25.
Keempat, kategori MHQH 30 Juz: Juara 1, Muhammad Sholahuddin Al-Ayyubi (Indonesia) dengan nilai: 195,50; Juara 2, Mohammed Ali Abdullah Abdel Kader (Australia) dengan nilai: 192,50; dan juara 3, Muhammad Syazani bin Jemi (Malaysia) dengan nilai: 188,25.
Sementara para pemenang untuk lomba golongan MHHN adalah: Juara 1, Ikhwan Kamilin (Indonesia) dengan nilai: 149; Juara 2, Djakwan Aisy Fajar Azhari (Indonesia) dengan nilai: 147; dan juara 3, Muhammad Ridho Wirandi (Indonesia) dengan nilai: 143.
Selain mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dalam bentuk Riyal Saudi Arabia, para pemenang juga mendapatkan hadiah menjalankan ibadah haji ke tanah suci Makkah.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam, Machasin, mengatakan bahwa tantangan umat Islam saat ini sangat kompleks, berat dan variatif. Meski demikian, Machasin berpesan agar tantangan tersebut tidak ditanggapi secara emosional. “mari kita kedepankan prinsip persatuan, prinsip ukhuwah. Karena visi utama baginda Rasul Muhammad SAW adalah visi rahmah. Menjadikan Islam sebagai agama kasih sayang bagi semesta alam,” pesannya.
Hadir dalam seremoni penutupan, Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni sejumlah tokoh nasional, para pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, serta Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud. (g-penk/mkd/sigit/pinmas)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



