Jakarta, bimasislam— Untuk meningkatkan kualitas layanan data dan informasi Bimas Islam, Ditjen Bimas Islam terus melakukan pembenahan dalam pendataan informasi dan dokumentasi. Dalam sambutannya pada rapat Tim Kecil Bimas Islam, yang merupakan Tim Redaktur Website Bimas Islam, mengatakan bahwa informasi virtual tentang data dan informasi, baik berupa kebijakan, maupun hasil-hasil kesuksesan Bimas Islam perlu ditingkatkan. Jika semala ini sudsah dimulai melalui website, maka ke depan harus lebih ditingkatkan lagi. Demikian dikatakan oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA di Ruang Pusat Data dan Informasi Bimas Islam (24/1).
Sementara, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M. Ag, memberi catatan bahwa informasi-informasi layanana publik harus diperbanyak, seperti pentingnya pedoman standar pelayanan pernikahan. Selain itu, hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah masih banyaknya buku-buku yang diterbitkan oleh Direktorat yang tidak memnuhi standar yang baik. “Kalau perlu, pengadaan buku harus distandarisasi baik konten maupun deasin, sehingga direktorat tidak shanya berpikir untuk pencairan”, tegasnya.
Hadir dalam rapat Tim Redaktur Website adalah Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi, H. Alatief, MM. Menurutnya, Bimas Islam akan segera melakukan penyediaan LCD yang berisi tentang data-data kuantitatif, dan juga akan membuat peta pelaksanaan program Bimas Islam dalam pembangunan Masyarakat Islam.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pemberdayaan KUA, Yayat Supriadi, mengusulkan agar Bimas Islam memiliki server sendiri agar masalah jaringan tidak menjadi kendala sehingga ketika SIMKAH itu diperlukan dapat diakses dengan mudah. Lain halnya dengan Jaja Zarkasyi perlunya mempublish tentang standarisasi pelayanan proposal bantuan serta data-data kinerja Bimas Islam secara umum. (bieb/foto:bimasislam)



