Jakarta, Bimas Islam — Sebanyak sembilan duta terbaik dari berbagai kategori diumumkan pada Malam Inaugurasi Duta Nasional Peer Educator Literasi Remaja Tangguh (PELITA) di Jakarta, Jumat (28/11/2025). Para duta terpilih berasal dari beragam madrasah dan provinsi, mewakili kemampuan, kepemimpinan, dan karakter dalam edukasi sebaya.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para duta memegang peran penting dalam meneruskan materi pelatihan kepada teman sebaya.
“Duta nasional memiliki peran untuk menyampaikan kembali materi seperti pencegahan perkawinan anak, Remaja Qeren Qur’ani, perkembangan remaja, hingga pola hidup remaja sehat. Mereka akan menjadi obor yang menerangi teman sebaya di sekolah, kecamatan, hingga lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi peer educator sangat strategis karena kedekatan mereka dengan kehidupan remaja di lapangan. "Peer educator ini sinarnya kuat. Mereka memahami kebutuhan remaja lebih dalam. Tugas mereka memberi pemahaman tentang bahaya perkawinan anak dan dampak negatif kenakalan remaja,” tegasnya.
Zayadi menutup sambutan dengan ajakan menjaga masa depan remaja Indonesia.
“Melalui para duta ini, pengetahuan dapat menyongsong masa depan yang lebih baik. Kita punya komitmen bersama: jaga remaja kita, jaga Indonesia, dan mari aktualisasikan nilai-nilai kebaikan ini," ungkap Zayadi.
Daftar Penerima Penghargaan Duta Peer Educator Nasional 2025:
Terbaik 1 Peer Educator: Muhammad Tuhfatul Awaluddin (MAN 1 Kota Bandung – Jawa Barat)
Terbaik 2 Peer Educator: Alanis Fairuz Guslim (MAN 4 DKI Jakarta)
Terbaik 3 Peer Educator: Satria Malik Irafi Hariyadi (MAN Kota Surabaya – Jawa Timur)
Duta RQQ Terbaik: Nur Hafizhah Kamilah (MAN 1 Jakarta – DKI Jakarta)
Duta Kepemimpinan Terbaik: Rijal Faris Munawar Nugraha (MA Nurul Iman – Jawa Barat)
Duta Pembicara Terbaik: Syakila Melani Putri (MAN 1 Mataram – NTB)
Duta Persahabatan: Faeyza Yudhisatha (MAN 3 Jakarta – DKI Jakarta)
Duta Favorit: Adli Akbar Padma Negara (MAN 1 Kota Bandung – Jawa Barat)
Kreator Konten Terbaik: Fahry Syaugi Syawie (MA Kafila Jakarta – DKI Jakarta)
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menjelaskan, proses penilaian tidak hanya meninjau kompetisi, tetapi juga kontribusi peserta terhadap lingkungan. “Kategori yang kami apresiasi menilai kedisiplinan, keaktifan, inisiatif membantu, sekaligus dampaknya pada teman sebaya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penilaian kategori konten dilakukan berdasarkan tema Remaja Qeren Qur’ani dan Cegah Kawin Anak, dengan memperhatikan unsur cerita, alur, daya tarik, editing, dan kualitas visual.
Salah satu penerima penghargaan tertinggi, Muhammad Tuhfatul Awaluddin, dinilai sebagai figur penggerak di lingkungannya. Ia aktif memberikan edukasi tentang bahaya perkawinan anak, risiko kenakalan remaja, serta dikenal mampu merangkul teman sebaya di madrasah dan komunitasnya.
Msk/Mr



