Surabaya, bimasislam— Bagi sebagian muallaf merasa kurang mendapatkan perhatian yang seharusnya dari umat Islam lainnya. Mereka sebenarnya membutuhkan bimbingan agar iman dan Islamnya semakin mantap. Namun, hal ini tidak akan terjadi ketika seseorang mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya.
Dalam liputan bimasislam di Masjid kebanggaan warna Surabaya ini (29/4) bahwa masjid ini sangat serius dalam memberikan pembinaan terhadap para muallaf.Untuk menjadi orang Islam itu sangat mudah, tidak ada prosedur khususdan tidak ada prosesi tertentu. Untuk diakui sebagai orang yang beragama Islam, cukup mengucap dua kalimatsyahadat: “Asyhadu an laa ilaaha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadar Rosuulullooh”. (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah). Hanya saja, setelah para muallaf berikrar dibutuhkan pendampingan akidah dan syariat agar mereka semakin kuat dalam berislam.
Adalah masjid nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) memiliki program dalam memfasilitasi mereka yang ingin menyatakan ke Islamnya secara “sosial” yang disaksikan oleh jama’ah dan dibuktikan dengan surat keterangan. Semuanya diselenggarakan secara GRATIS (tidak dipungut biaya apapun).Hanya saja, menurutUstadThobib,selaku Pembina Muallaf di Masjid Al Akbar, untuk mendapatkan surat keterangan tersebut diperlukan prosedur tertentu yang harus dilalui oleh semua yang memerlukannya.
Dari puluhan ribu masjid yang tersebar di Jawa timur, hanya beberapa masjid saja yang dapat memfasilitasi prosesi pengislaman dan pembinaan pasca masuk Islam atau setelah jadi muallaf.
Pantauan bimasislam, Manajemen Masjid Al-Akbar Surabaya,khususnya dibidang penanganan prosesi pengislaman dan pembinaan muallafnya dapat dijadikan contoh oleh masjid-masjid lain ataupun lembaga Islam dan instansi pemerintah,khususnya Kementerian Agama.Masjid Nasional di kota Pahlawan tersebut sudah memiliki Standard Operasional Prosedur (SOP) dalam prosesi pengislaman dan pembinaan muallafnya. Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh seorang yang ingin masuk Islam. Tahapan tersebut, antara lain Persiapan Mental, Persiapan Administrasi, Prosesi Ikrar, Pengenalan Dasar Keislaman, dan Merawat Keimanan.
Pada tahap Persiapan Mental, seorang yang akan mengarungi keyakinan baru haruslah memahami prinsip-prinsip ajarannya, apalagi kalau ajaran itu merupakan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah mustahil apabila seseorang menentukan pilihan suatu ajaran, sedang ia sendiri tidak tahu tentang ajaran itu.
Berdasarkan informasi bimasislam, untuk mengenal Islam sebagai pedoman hidup tentu harus menyediakan waktu lama dan sarana penunjang yang memadai. Islam harus dipelajari melalui lembaga atau orang yang mempunyai pengetahuan cukup tentang ke-Islaman. Kurangnya informasi tentang Islam yang perlu disampaikan oleh nara sumber, dapat menyebabkan salah persepsi, bahkan dapat menimbulkan antipati terhadap Islam. Karena itu memilih lembaga atau personil yang akan dijadikan sebagai nara sumber menjadi penting.
Masjid Nasional al-Akbar Surabayamemberi keleluasaan kepada calon pemeluk Islam untuk memilih lembaga mana saja atau personil siapa saja yang dianggap cocok. Namun demikian, “Direktorat Tarbiyah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menyediakan fasilitas bimbingan agama untuk para muallaf baik pagi, siang, sore ataupun pada malam hari, yang dapat dipilih oleh para muallaf”, pungkas ustadzyang juga Staff Ibadah dan Dakwah Direktorat Imarah-Ijtimaiyah masjid Nasional Al-Akbar.
Dalam tahapan Persiapan Administrasi, bila seseorang telah mengucap syahadatain (dua kalimat syahadat) yaitu Asyhadu An laa ilaaha illallaahwa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah walaupun tanpa dicatat atau dibukukan oleh suatu lembaga, maka dia sudah masuk Islam. Namun secara formal agar ke-Islaman seseorang itu diketahui masyarakat dan diakui pemerintah, sehingga dapat dicantumkan dalam identitas diri, maka semestinya ucapan syahadatain tersebut diikrarkan (dinyatakan) di depan ulama’ dan para saksi untuk kemudian diberi sertifikat sebagai tanda bukti.
Masjid Nasional al-Akbar Surabaya (MAS) menentukan syarat-syarat sebagai berikut: (1) Mengisi formulir yang telah disediakan oleh petugas ikrar di MAS; (2) Menyerahkan Foto Copy KTP ( Paspor bagi WNA) 1 lembar; (3) Menyerahkan Pas Foto ukuran 3x4 2 lembar (sebaiknya berwarna); (4) Sudah dikhitan (bagi laki-laki); (5) Menghadirkan 2 (dua) orang saksi muslim
Setelah persayaratan tersebut dipenuhi, maka proses ikrar bisa dilaksanakan. Tahapan selanjutnya, Prosesi ikrar syahadatinilah sebenarnya inti dari upacara pengislaman. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : Memastikan sudah beserta keramas; Pemeriksaan surat-surat (data administrasi) calon muslim oleh petugas ; Memastikan keberadaan dua saksi yang telah ditulis dalam naskah ; Pembukaan acara oleh petugas ; Pengenalan identitas calon muslim kepada jamaah oleh pembimbing ; Penjelasan singkat pembimbing dari Masjid Nasional al-Akbar Surabaya tentang hakekat Syahadatain (dua kalimah syahadat) ; Setelah calon muslim memahami, barulah dipersilahkan mengucapkan syahadatain (dua kaliamah syahadat) yang disaksikan oleh jamaah ; Pembacaaan doa oleh pembimbing yang diikuti oleh semua jamaah ; Penandatanganan naskah ikrar mulai oleh muallaf, kedua saksi dan pembimbing ; dan Dengan demikian sudah menjadi muslim baru (muallaf) dan diwajibkan mandi besar sesuai ajaran Islam.
Setelah melalui tahapan prosesi ikrar syahadatain, muallaf diwajibkan untuk mengikuti Pengenalan Dasar Ke-Islaman yang dilaksanakan oleh Direktorat Tarbiyah/AEC. Pengenalan Dasar Ke-Islaman ini dilakukan secara privat dan waktunya menyesuaikan. Adapun materinya meliputi; (1) Pengenalan aqidah Islam; (2) Pengenalan akhlak Islam; (3) Thaharah dalam Islam; (4) Teori dan praktek shalat; (5) Pengenalan tentang zakat, puasa dan haji.
Adapun tujuan pengenalan Dasar Ke-Islaman kepada muallafadalah memberi pembekalan dasar kepada muallaf dalam mempelajari dan mengamalkan Islam. Di samping itu, juga untuk memotivasi dalam mempelajari Islam, sehingga Islam yang telah menjadi pilihannya benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. (alatief/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



