Jayapura, bimasislam – Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim, ketersediaan masjid yang memenuhi rasa aman dan nyaman sebagai tempat ibadah merupakan kebutuhan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Akan tetapi tidak semua masjid memenuhi standar fasilitas dan manajemen yang baik. Pengelolaan masjid di tanah air dinilai masih kurang optimal dan belum sepenuhnya memberdayakan potensi rumah ibadah bagi umat Islam itu.
Dalam rangka memperbaiki kualitas pemberdayaan masjid tersebut, Subdit Kemasjidan pada Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama memiliki gagasan tentang konsep Masjid Paripurna. Hal tersebut disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Muhammad Tambrin pada Kegiatan Pelatihan Pembinaan Masjid Berbasis Simas di Provinsi Papua yang digelar di hotel @Hom, Jayapura, Jumat (9/9).
Tambrin mengatakan, pembinaan dan pemberdayaan masjid paripurna merupakan bagian dari peningkatan layanan dan bimbingan kemasjidan di Kementerian Agama. Pembinaan Masjid Paripurna ini meliputi pengelolaan keuangan masjid, orientasi perpustakaan masjid, pembinaan masjid dan mushalla di tempat publik, pembinaan imam, khatib, dan remaja masjid, serta manajemen organisasi kejama’ahan.
Lebih jauh, Mantan Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan itu menjelaskan, konsep masjid paripurna secara ideal memiliki sejumlah fasilitas yang dibutuhkan jamaah. Selain ketersediaan ruang ibadah, tempat bersuci, dan ruang khusus memandikan jenazah, masjid paripurna juga dilengkapi dengan Aula, Tempat belajar TPA, ruang penitipan alas kaki, sekretariat, ruang istirahat imam, muadzin dan tenaga kebersihan, hingga ruang konsultasi keluarga sakinah.
Selain itu, konsep masjid paripurna yang di gagas oleh Subdit Kemasjidan ini juga memiliki minimarket halal, usaha ekonomis seperti koperasi, perpustakaan, poliklinik, hingga Ambulans.
Di tanah air, model masjid paripurna ini sudah ada di beberapa lokasi. Pengelolaan manajemen masjid yang profesional akan memberi dampak positif dari keberadaan masjid kepada warga sekitar tidak hanya pada aspek spiritual, tapi juga pada aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Saat ini, Subdit Kemasjidan pada Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama juga terus berupaya memberikan pelatihan kepada takmir terkait pengelolaan dan manajemen masjid yang memenuhi standar. Pembinaan ini bertujuan agar manajemen masjid di Indonesia dapat memenuhi harapan umat, sehingga masjid berperan tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, melainkan juga memiliki dampak sosial yang positif bagi jamaah di sekitarnya.
(sigit/foto: Masjid Darussalam Islamic Center Samarinda)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



