Jakarta, bimasislam-- Masjid adalah pusat penyebaran dan pembinaan Islam sejak zaman Rasulullah hingga saat ini. Pada zaman Nabi, masjid menjadi pusat peradaban. Pertama kali yang dilakukan Nabi saat tiba di Madinah adalah mendirikan masjid. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah mahdhah, masjid juga digunakan sebagai tempat bermusyawarah, bertaklim bersama dengan para sahabatnya, bahkan sebagai tempat untuk mengatur strategi perang.
Secara umum, masjid-masjid di nusantara lebih banyak digunakan sebagai tempat ibadah mahdhah saja, seperti shalat, pengumpul zakat dan penyembelihan hewan qurban, dan acara ritual keagamaan lainnya. Belum banyak masjid yang dioptimalkan sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan peradaban umat, meliputi pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, pusat informasi umat, dan lain sebagainya.
Dalam rangka meningkatkan fungsi masjid, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI menyelenggarakan lomba masjid besar percontohan nasional tahun 2016. Puncaknya dilaksanakan penganugerahan bagi pemenang oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di hotel Lumire, Jakarta (13/12).
Dalam kesempatan tersebut telah ditetapkan dan diumumkan oleh dewan juri, yang terdiri dari para tokoh dari MUI, DMI, Ormas Islam, juga para profesional. Tiga kriterian utama yang dijadikan dasar penilaian Dewan Juri ada tiga aspek, yaitu: imarah (aspek peribadatan), idarah (aspek manajemen), dan aspek ri’ayah (perawatan dan pemberedayaan).
Berdasarkan keputusan Dewan Juri yang dibacakan oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Sathori Ismail, menetapkan 3 masjid besar percontohan paripurna, yaitu Masjid Sabilillah (Malang Jatim) dengan nilai 90,94 (Percontohan I), Masjid Al-Hidayah (Bali) dengan nilai 88,64 (Percontohan II), dan Masjid Jami Banjarmasin (Kalsel) dengan nilai 87,65.
Sedangkan masjid besar percontohan dalam bidang idarah secara berurutan, yaitu: Masjid Jogokariyan (Yogyakarta), Masjid Nurul Amin (Sidrap Sulsel), dan Masjid Baiturrahman Sungayang (Sumatera Barat). Untuk Masjid Besar Percontohan Imarah, yaitu: Masjid Jami An-Nur’ain (Sulteng), Masjid Syiarul Islam (Jawa Barat), dan Masjid Nulul Iman, Pondon Bambu (Jakarta). Sementara Masjid Besar Percontohan Riayah, yaitu: Masjid Bujang Salim (Aceh), Masjid Asmaul Husna (Banten), dan Majid Baitul Makmur (Kepulauan Riau).
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



