Jakarta, bimasislam— Dirjen Bimas Islam, Machasin, menitip secara khusus enam hal yang menjadi kegelisahannya kepada awak media-media Islam berbasis online. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga itu saat menjadi narasumber pada workshop jurnalistik bagi media online di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).
Selain mengapresiasi keberadaan media Islam berbasis online sebagai sumber berita alternatif dari media mainstream, Dirjen mengatakan terdapat enam pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian para pengelola media daring tersebut.
Pertama, maraknya berita yang menuding kafir atau sesat kepada kelompok yang berbeda dengan penulis berita. Pemberitaan seperti ini, dikatakan Dirjen, dikemas dalam penyajian berita yang berbau takfiri atau tadhlili (mengkafirkan dan menyesatkan kelompok yang berbeda).
Kedua, pelemahan akal sehat melalui pemberitaan yang provokatif. Ketiga sharing without caring atau kebiasaan masyarakat menyebarkan berita tanpa peduli terhadap dampak yang dilakukannya.
“Seringkali kita menerima informasi, lalu tanpa mencari kebenaran faktanya, kita langsung menyebarkannya begitu saja,” keluh Dirjen.
Keempat, No fact atau menyajikan berita tanpa fakta, cenderung menyesatkan, atau melepaskan berita dari konteksnya. Kelima, No balance atau tidak berimbang dalam penyajian berita.
“Jurnalisme yang baik harus berimbang. Ada yang faktanya benar tapi dipotong-potong atau tidak semunya disampaikan,” ujarnya. Dan terakhir, kata Dirjen adalah tidak imbangnya tulisan yang mendidik dan yang mengharu biru perasaan.
“Banyak tulisan yang disusun sedemikian rupa untuk mengharu biru perasaan, tapi sejatinya tidak mendidik. Hanya mengedepankan sisi emosional belaka,” Paparnya.
Kegiatan Workshop Jurnalistik bertajuk “Peningkatan Kualitas Penulisan Pemberitaan Website” digelar selama tiga hari dari 13 sampai 15 Oktober 2016. Selain diikuti peserta dari internal Bimas Islam, workshop tersebut juga diikuti oleh 34 utusan dari media Islam berbasis online, di antaranya NU Online, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), MUI, BAZNAS, BWI, Hidayatullah, Suara Islam, Panjimas, Dakwatuna, Islampos, Islamedia, Islami.co, Bersamadakwah, Muslimedianews, Mirajnews Agency, Halal Corner, One Day One Juz, dan lain-lain.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



