Jakarta, Bimas Islam — Sejumlah perwakilan kedutaan negara sahabat menyampaikan pandangan dan komitmen kerja sama dalam FGD Penguatan Kemitraan Internasional yang digelar di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Forum yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama ini membahas penguatan kerja sama bidang keagamaan untuk mendukung program prioritas Kemenag.
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Yordania, Alaa Al Edwan, mengapresiasi pemaparan komprehensif dalam forum tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama pembinaan generasi muda melalui program pertukaran pelajar, khususnya di bidang ushuluddin serta penguatan paham keagamaan yang toleran. Kerja sama pengembangan wakaf juga menjadi perhatian bersama.
Penasihat Kedutaan Besar Maroko, Youssra El Badmoussi, menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Maroko di bidang keagamaan telah terjalin kuat. Melalui Institut Mohammed VI, Maroko secara rutin menerima mahasiswa Indonesia untuk mendalami fikih, ushul fikih, serta nilai moderasi beragama. Ia juga membuka peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia dengan dukungan beasiswa dan bantuan finansial.
Kepala Kanselir Kedutaan Besar Pakistan, Anas Khan, menyampaikan bahwa negaranya memiliki Dana Solidaritas Islam untuk merespons bencana kemanusiaan dan bencana alam di berbagai negara, termasuk Turki, Sudan, Suriah, dan Palestina. Ia juga menyebutkan terdapat sekitar 2.000 pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Pakistan.
Sekretaris Kedutaan Besar Kuwait, Aiman Abdullatif Yahya, memaparkan bentuk nyata kerja sama kemanusiaan, seperti pembangunan Desa Syekh Jaber di Aceh serta desa-desa Kuwait di Garut dan Serang yang dilengkapi sekolah tahfiz Al-Qur’an, masjid, perumahan, dan fasilitas kesehatan. Ia mendorong agar kerja sama kemanusiaan ditingkatkan menjadi kerja sama resmi antarpemerintah, serta memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan MTQ dan forum ilmiah internasional.
Atase Kedutaan Besar Arab Saudi, Syekh Isa Al-Hazimi, menyampaikan bahwa kerja sama telah terjalin melalui pelaksanaan Pameran Internasional Saudi Arabia di Masjid Istiqlal. Ke depan, pertemuan lanjutan diusulkan dapat dilaksanakan di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi guna memperkuat koordinasi program bersama.
Penasihat Kedutaan Besar Iran, Yahya Jahangiri, menyoroti kerja sama pendidikan melalui pertukaran pelajar Indonesia–Iran, pelaksanaan MTQ, serta distribusi Al-Qur’an cetakan Iran dan Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan keagamaan kedua negara.
Wakil Duta Besar Mesir, Amr Mokhtar, menyinggung pentingnya Pameran Buku Internasional Kairo sebagai salah satu pameran buku terbesar di dunia. Ia mengusulkan agar Indonesia menjadi Tamu Kehormatan pada penyelenggaraan mendatang untuk memperkenalkan penulis dan intelektual Indonesia di kawasan Timur Tengah, serta mendorong peningkatan peluang studi bagi pelajar Indonesia di Mesir.
Atase Kedutaan Besar Aljazair, Azzeddine Djenidi, menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Aljazair bersifat historis dan strategis. Kerja sama diarahkan pada penguatan Islam moderat (wasathiyah), pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah tentang fikih dan pemikiran moderat, serta pencegahan ekstremisme. Ia juga menekankan kesamaan pandangan kedua negara dalam mendukung isu Palestina dan dialog antaragama.
Selain itu, Kepala Bagian Konsuler Kedutaan Besar Afghanistan, Qais Barakzai; Atase Agama Kedutaan Besar Turkiye, Abdulhamid Esmeli; Penasihat Kedutaan Besar Irak, Aftkhar Abdu-razak Edain Al-Helfee; serta Penasihat Kedutaan Besar Yaman, Nasser Saeed Ibrahim, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan diplomasi keagamaan dan membuka peluang kolaborasi lanjutan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pengembangan moderasi beragama.
Moderator FGD yang juga Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis Hanafi, menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan ditindaklanjuti melalui kunjungan lanjutan ke masing-masing kedutaan besar negara mitra guna membahas rencana kerja sama yang lebih konkret. Pertemuan serupa juga akan diagendakan secara berkala sebagai forum koordinasi dan evaluasi.
FGD ini menegaskan bahwa diplomasi keagamaan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama di tingkat global.
Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



