Jakarta, bimasislam – Membina rumah tangga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karenanya dibutuhkan persiapan yang matang sebelum memutuskan menjalin ikatan suci pernikahan. Banyak yang tidak kuat dan akhirnya menyerah karena tidak dapat menahan badai konflik rumah tangga.
Meski demikian banyak pula keluarga yang patut kita jadikan teladan, mereka mampu mengelola segala macam biduk rumah tannga. Tidak hanya persoalan mempertahankan ikatan suami istri tapi juga mampu melahirkan generasi yang berkualitas.
Adalah H Muzayen (63) dan Hj Desak Ketut Astrini (54) pasangan yang mewakili provinsi Bali dalam gelaran Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional Tahun 2017 yang diselenggarakan Kementerian Agama. Pasangan murah senyum ini berbagi kiat membangun keluarga sakinah.
Kepada bimasislam Desah Ketut Astrini mengungkapkan jika kunci berumah tangga adalah saling pengertian dan kerjasama. “Yang penting saling pengertian dan membangun kerjasama, insya Allah akan menjadi lancar terutama dalam mendidik anak harus ada pembagian tugas”, ungkap Ketut disela sela menghadiri sidang tahunan MPR-DPR-DPD RI Tahun 2017 yang juga dihadiri Presiden Jokowi di Komplek Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/17).
Ketut juga mengingatkan bahwa tidak ada pasangan yang sempurna, oleh karenanya harus saling menyadari satu sama lain. “Orang pasti memiliki kekurangan, kalau ada yang tidak disukai bagaimana kita mencari cara agar bisa saling menerima, yang terpenting saling menyadari atas kekurangan masing masing”, ujarnya.
Sementara H Muzayen lebih menekankan pentingnya membangun kejujuran dalam rumah tangga. “Kami menerima apa adanya satu sama lain, yang penting ada kejujuran”, terangnya.
Muzayen pun berharap pemilihan keluarga sakinah dapat menjadi contoh bagi pasangan muda yang masih di bawah lima tahun. Yang dinilainya masih rawan karena masih proses mencocokkan satu sama lain.
Muzayen dan Ketut kini telah memasuki usia pernikahan ke 32 tahun. Putera pertama adalah seorang Sarjana Hukum dari Universitas Wahid Hasyim Semarang. Dari putera pertama lahir dua cucu yang sangat dicintainya. Sementara anak kedua kini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Saat ini keduanya berhasil masuk 10 besar calon keluarga sakinah teladan tingkat nasional tahun 2017.
(syam/syafaat/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



