Bogor, bimasislam— Dua ribu ulama di Kabupaten Bogor, mengeluarkan lima hasil ijma atau kesepakatan kolektif yang disampaikan kepada Bupati Bogor Nurhayati. Kesepakatan itu dikeluarkan dalam pertemuan Pendidikan Kader Ulama yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemda Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salah seorang peserta kegiatan tersebut, Surahman, mengatakan bahwa para Ulama menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah Kabupaten Bogor, salah satunya adalah mengecam keras prostitusi online dan mendesak pemerintah menegakkan program nobat (nongol babat) untuk memberantas prositusi di wilayah Kabupaten Bogor.
“Selain itu, empat aspirasi lainnya antara lain, para ulama siap mendukung Pemda dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme, kemudian mendesak Pemda mementingkan umat dan bangsa dalam pemanfaatan tanah dan aset pemerintah, serta menegakkan hukum ekonomi syariah,” katanya kepada bimasislam, Selasa (29/31)
Selain itu, Surahman melanjutkan, para ulama juga mendesak pemerintah memfasilitasi dan mengalokasikan dana hibah secara khusus kepada lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Terakhir, para ulama berjanji menyatakan kesiapannya dalam mengawal pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk mewujudkan visi misi kabupaten termaju di Indonesia.
Saat menerima lima aspirasi itu, Bupati Bogor, Nurhayati mengaku aspirasi para ulama itu akan memperkuat pemerintah Kabupaten Bogor. “Pemerintah daerah akan berupaya menjalankan apa yang telah disepakati oleh para ulama. Karena ulama merupakan suara masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.
Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji mengatakan, lima tuntutan yang disampaikan kepada Bupati Bogor merupakan upaya untuk membantu mewujudkan Bogor sebagai kabupaten termaju pada tahun 2018 mendatang.
“Prostitusi online sudah sangat berbahaya. Generasi muda kita bisa rusak. Jika kita mampu mewujudkan kabupaten termaju, yang meneruskannya kemudian kan mereka-mereka para pemuda,” katanya. (sigit-kuatman/foto:pojoksatu)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



