Jakarta, Bimas Islam --- Presiden Prabowo menggulirkan program Indonesia ASRI. Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, menjelaskan maksud dari ASRI yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Rapi, Indah, dan Iklim Nyaman.
Pilar pertama adalah Aman. Menurut Wamenag, untuk mencapai keimanan yang kokoh dalam bermasyarakat, diperlukan lingkungan yang aman dan kondisi fisik yang sehat. Kondisi ini sedang diupayakan oleh Kepala Negara melalui berbagai kebijakan strategis.
"Sekarang Bapak Presiden mencanangkan program yang bernama ASRI. Indonesia yang Aman, makanya penegakan hukum harus pasti, koruptor ditangkap, dan illegal logging dihentikan agar kekayaan alam kembali untuk kemakmuran rakyat," ujar Wamenag saat Tarhib Ramadan 1447 H, pada Minggu, (8/2/2026).
Wamenag menegaskan bahwa kebijakan Presiden mengambil kembali aset negara yang dirampok untuk membiayai sektor pendidikan dan makanan bergizi adalah tindakan yang halal secara agama karena sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil adalah ruh yang juga dibawa dalam bulan Ramadan.
Terkait aspek "Sehat", Romo Syafi’i mengaitkannya dengan esensi puasa. Romo menekankan bahwa ibadah Ramadan bertujuan membentuk pribadi yang sehat lahir dan batin, yang pagi ini disimbolkan melalui kegiatan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.
"Puasalah kamu agar kamu sehat. Jadi kalau ada yang nanya apa hubungannya fun walk dengan puasa, kita ingin menunjukkan salah satu target yang akan kita dapatkan dari Allah dengan berpuasa adalah kesehatan. Ini selaras dengan pilar sehat dalam Indonesia ASRI," tegasnya.
Selain kesehatan, Wamenag menyoroti pilar "Rapi dan Indah" melalui rencana pemerintah melakukan "gentengisasi" atau pembagian mesin pencetak genteng gratis. Langkah ini bertujuan mengganti atap seng yang dinilai tidak sehat bagi rakyat dengan atap genteng yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Wamenag juga mengapresiasi pengerahan seluruh elemen ASN, TNI, dan Polri dalam menjaga kebersihan pantai dan sungai di seluruh Indonesia. Baginya, lingkungan yang indah adalah modal utama destinasi wisata yang hasilnya akan kembali digunakan untuk belanja kemakmuran rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Wamenag mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat persatuan yang ditunjukkan Presiden dalam merangkul lawan politik demi kepentingan bangsa. Ia menilai bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk "membuhul" atau mengikat kembali semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
"Semangat kebersamaan itu pada hakikatnya akan memperkuat persatuan. Persatuan ini adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan di bidang apa pun, baik dalam beragama maupun bernegara," tambah Wamenag.
Pada akhirnya, Wamenag mengingatkan bahwa kegembiraan menyambut Ramadan adalah ibadah yang akan mendatangkan rahmat dan ampunan. Ia meminta masyarakat tidak surut semangat meski cuaca di area CFD diwarnai rintik hujan, karena dalam pandangan agama, hujan adalah rahmat.
"Mari kita bergembira menyambut Ramadan hari ini. Kita doakan Bapak Presiden agar terus memimpin Indonesia menjadi lebih maju dan bermartabat. Semoga dengan semangat ASRI dan keberkahan Ramadan, bangsa kita semakin kuat," pungkasnya.
(kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



