Jakarta, bimasislam-Posisi perempuan dalam keluarga merupakan salah satu kunci dalam menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pornografi di masyarakat. Penekanan atas keterlibatan perempuan ini dinilai penting karena selain menghadirkan sosok Ibu sebagai sumber utama kekuatan keluarga akan tetapi juga berkenaan dengan peran-peran besar kaum hawa tersebut dalam menentukan perjalanan panjang agama dan bangsa.
Demikian disampaikan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Ibu Trisna Willy Lukman Hakim Saifudin, dalam pidato inti pada acara Seminar Peran Perempuan dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba dan Pornografi” di Auditorium HM. Rasjidi Jl. MH Thamrin 6 Kementerian Agama Jakarta, selasa (21/11).
Sembari mengutip satu ungkapan arab popular “al-ummahat madrasatul ula”, Trisna Willy menekankan tentang pentingnya bagi kaum perempuan menggali kembali kekuatan-kekuatan yang terpendam dalam masing-masing diri, yang dimaksudkan untuk menjadi penopang dan perisai keluarga di tengah semakin meningginya angka persoalan sosial di masyarakat.
“Dalam sebuah data riset sebagaimana pernah dipaparkan Departemen Psikologi Universitas Indonesia beberapa waktu silam, bahwa hampir lebih dari 71% penyebab penyalahgunaan narkoba berasal dari lingkungan keluarga, sedangkan 29% lainnya disebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti daerah prostitusi dan tempat peredaran narkoba. Melihat keadaan ini, tentu posisi keluarga pada akhirnya memiliki peran yang sangat penting untuk dapat terlibat langsung dalam penanganannya, hal ini khususnya merujuk kepada fungsi seorang Ibu (perempuan-red) sebagai wadah penggemblengan utama selain tentu saja diseimbangkan dengan keberadaan anggota keluarga yang lain,” ungkap Trisna.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam sambutannya sebagai penanggjawab penyelenggara seminar, mengatakan bahwa Ditjen Bimas Islam sangat berkepentingan melaksanakan agenda tersebut, bahkan di tahun mendatang akan diprogramkan dengan lebih terperinci dan massif.
“Ditjen Bimas Islam dengan fungsi dan strukturnya yang strategis khususnya di wilayah pembinaan keagamaan, di tahun mendatang akan menyediakan ruang pembahasan yang lebih mandiri, terkait tema yang saat ini diseminarkan, yaitu tema penanggulangan narkoba dalam satu program dan anti pornografi dalam satu program yang lain, sehingga dalam implementasi kerja di level penyuluh agama, KUA, Masjid dan Majelis Ta’lim solusi untuk masalah-masalah tersebut dapat terselesaikan secara terukur”, tutur Amin.
Hadir sebagai dua narasumber utama, Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Ali Johardi dan Ketua Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) Azimah Subagjo.
Turut hadir sebagai peserta, 300 orang, terdiri dari ormas Islam perempuan, majelis ta’lim, serta karyawan-karyawati Ditjen Bimas Islam.
Dalam kesempatan tersebut selain dibuka dengan pemutaran video pendek karya Ditjen Bimas Islam tentang bahaya narkoba dan pornografi diisi pula penampilan seniman Madihin (seni bertutur kata asal Kalimantan Selatan-red), Anang Syahroni.
(Muh. Syafaat-Jaja/foto:bimasislam)



