Jakarta, bimasislam-- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, berpesan kepada seluruh peserta Rakornas Kemenag Tahun 2015 tentang tiga hal yang harus menjadi perhatian. Pertama, seluruh Satker agar mempercepat realisasi anggaran. Percepatan pelaksanaan program dan serapan anggaran berarti mempercepat proses kesejahteraan masyarakat yang melibatkan banyak unsur.
“Sekarang sampai Juni adalah masa akhir kita untuk mencermati kembali apakah rencana program untuk 2016 itu betul-betul rencana yang disusun dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat kita,” tegas Menag.
Kedua, pada tahun 2016 harus dijadikan momentum untuk menyusun anggaran yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Jangan hanya copy paste terhadap rencana program anggaran dari tahun sebelumnya. Kita harus membuat perencanaan program, goalnya itu apa. Ekspektasi publik begitu besar terhadap peran Kemenag, makanya kita harus merespon dengan kreatifitas dan inovatifitas tinggi”, tegasnya.
Ketiga, diharapkan kepada seluruh penanggung jawab Satker agar memperhatikan seluruh temuan pemeriksa pada tahun ini. Jangan sampai hal tersebut terjadi pada tahun 2016 yang akan datang.
“Kemenag harus jadi teladan bagi kementerian dan lembaga lainnya”, harapnya.
Penegasan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2015, Jakarta, Selasa (19/5) dan pada hari ini (Jumat, 22/4) akan ditutup. Rakernas ini diikuti para pejabat Eselon I dan II Pusat, staf khusus Menag, para Kakanwil, para Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Agama, serta para Kepala Balai Litbang dan Diklat Kementerian Agama. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



