Tasikmalaya, Bimas Islam — Masjid Besar Singaparna menjadi salah satu destinasi favorit para pemudik saat musim arus mudik dan balik. Setidaknya ada dua alasan utama yang membuat ribuan pemudik memilih singgah di masjid ini.
Pertama, fasilitas yang disediakan tergolong lengkap, mulai dari area istirahat hingga lahan parkir yang luas, serta tersedia selama 24 jam. Kedua, masjid ini menjadi pusat posko gabungan arus mudik dengan lokasi yang sangat strategis, berada di jalur nasional dan tepat di seberang Terminal Singaparna yang menjadi penghubung utama jalur mudik Tasikmalaya.
Pemudik dari berbagai daerah, terutama Jakarta dan Tangerang, yang menuju wilayah Kabupaten Tasikmalaya umumnya singgah di Singaparna sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak atau membeli makanan dan minuman.
Plt. Kasi Bimas Islam Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Buhaeti, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid, guna menghadirkan layanan terbaik bagi para pemudik. Fasilitas yang disediakan pun terus ditingkatkan, termasuk hadirnya pojok baca dan ruang laktasi sebagai inovasi tahun ini.
“Kami berupaya memberikan layanan terbaik, baik bagi masyarakat yang datang ke Tasikmalaya maupun yang melanjutkan perjalanan ke perantauan. Seluruh layanan ini gratis dan tersedia selama 24 jam,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa aspek keamanan dan kebersihan masjid dijaga secara optimal selama 24 jam. Pegawai KUA Kecamatan Singaparna turut dilibatkan secara langsung dalam pelayanan.
“KUA menjadi bagian dari panitia pelaksana Masjid Ramah Pemudik dan disiagakan 24 jam secara bergiliran, terutama pada hari-hari puncak arus mudik dan arus balik,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengurus masjid, Dermawan, menjelaskan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan pemudik, seperti area parkir, toilet, dan ruang istirahat.
“Selain untuk salat, pemudik biasanya memanfaatkan ruang istirahat dan kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum melanjutkan perjalanan,” jelasnya saat ditemui, Rabu (25/3/2026).
Masjid Besar Singaparna juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) serta petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam untuk memastikan kenyamanan para pengunjung.
“Insya Allah dari sisi keamanan sudah memadai, dengan dukungan CCTV, petugas parkir, dan petugas keamanan yang siap membantu pemudik,” tambahnya.
Salah satu pemudik asal Jakarta, Hilmawan (35), mengaku sangat puas dengan fasilitas dan pelayanan yang tersedia. Ia berharap konsep Masjid Ramah Pemudik dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke lebih banyak masjid.
“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa beristirahat cukup lama di sini sambil menunggu jemputan ke kampung. Jadi bisa lebih santai dan menikmati fasilitas yang ada. Semoga program ini ada setiap tahun,” ujarnya.
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif yang dirancang untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan nyaman, aman, dan menyenangkan.
Mwr
Mwr



