Subang, Bimas Islam — Masjid Jami Nurul Huda yang terletak di Jalan Raya Ciasem, Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik singgah favorit pemudik di jalur Pantura pada arus mudik Idulfitri 2026. Masjid yang berdiri sejak 1967 ini dikenal nyaman, terbuka 24 jam, serta dikelilingi aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendukung kebutuhan para pemudik.
Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Maman Suparman, mengatakan tingginya jumlah pemudik yang singgah tidak lepas dari lokasi strategis masjid yang berada di jalur utama Pantura. Selain itu, fasilitas yang memadai membuat masjid ini menjadi pilihan bagi pemudik untuk beristirahat.
“Setiap musim mudik, masjid ini selalu ramai. Pemudik datang silih berganti untuk beristirahat, beribadah, atau sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Maman Suparman saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, Masjid Nurul Huda menyediakan ruang istirahat yang cukup nyaman, didukung area sekitar yang hidup dengan keberadaan 30 tenant UMKM. Kondisi ini memudahkan pemudik memenuhi kebutuhan konsumsi tanpa harus pergi jauh.
Menurut Maman, keberadaan UMKM justru menjadi kekuatan tersendiri bagi masjid dalam melayani pemudik. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar masjid turut menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara jemaah, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, UMKM di sekitar masjid membantu pemudik. Mereka bisa makan, minum, dan beristirahat dengan mudah. Ini membuat masjid semakin ramai dan hidup,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah pemudik yang singgah setiap hari dapat mencapai sekitar 100 orang, mulai dari waktu subuh hingga malam hari..Maman menyebut, pengelolaan masjid selama ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Pembiayaan operasional berasal dari donasi jemaah, pengelolaan parkir, serta dukungan pribadi pengurus dalam kondisi tertentu.
“Semua dari swadaya. Kadang dari parkir, kadang juga saya pribadi ikut membantu kalau ada kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Meski demikian, Maman berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan marbot dan penguatan sumber daya manusia (SDM) pengelola masjid.
“Kami berharap ada dukungan untuk peningkatan SDM dan kesejahteraan marbot, supaya pelayanan kepada jamaah dan pemudik bisa semakin optimal,” katanya.
Ia menegaskan, komitmen pengurus adalah menjaga masjid tetap terbuka dan nyaman bagi siapa pun yang singgah, sejalan dengan fungsi masjid sebagai ruang ibadah dan pelayanan sosial.
Salah satu pemudik, Hana Sudjana (38), warga Cilegon, Banten, mengaku selalu singgah di Masjid Nurul Huda saat melakukan perjalanan mudik ke Indramayu melalui jalur Pantura.
Menurut Hana, ini merupakan tahun keempat dirinya melewati jalur tersebut, dan Masjid Nurul Huda selalu menjadi pilihan utama untuk beristirahat. "Setiap mudik lewat Pantura, saya pasti mampir ke sini. Tempatnya nyaman dan fasilitasnya lengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan UMKM di sekitar masjid menjadi nilai tambah yang memudahkan pemudik memenuhi kebutuhan selama perjalanan. “Di sini enak, mau makan atau minum gampang karena banyak UMKM di sekitar masjid,” paparnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



