Jakarta, bimasislam-- Direktur Pembedayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Drs. H. Hamka, M.Ag, menerima kunjungan Atase Kebudayaan Iran, Hujjatullah Ibrahim di ruang kerjanya, di Gedung Kementerian Agama, Jl.MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014). Hamka didampingi perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. Nursamad Kamba dan sejumlah pejabat eselon III pada Direktorat Pemberdayaan Wakaf.
Mewakili pemerintah Iran, dalam pertemuan tersebut Hujjatullah Ibrahim menyampaikan keingininannya untuk melakukan kerjasama pengembangan wakaf dengan pemerintah Indonesia. Ibrahim mengatakan kerjasama penegmbangan perwakafan Indonesia dan Iran dirasa perlu mengingat kedua negara merupakan negara Muslim. Dikatakan Ibrahim, saat ini 95 persen dari 80 juta penduduk Iran beragama Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Hujjatullah Ibrahim juga mengatakan bahwa negara bekas peradaban Persia itu telah memililki pengalaman dalam pengelolaan wakaf selama berabad-abad lamanya. Ia berharap mendapatkan informasi mengenai perwakafan di Indonesia untuk disampaikan pada Badan Wakaf Iran yang secara organisasi berada di bawah Kementerian Kebudayaan Iran.
“Wakaf merupakan konsepsi Islam yang dapat digerakan untuk pembangunan ekonomi dan kebudayaan. Di Iran sendiri, sejumlah masjid besar yang terkenal dibangun dengan biaya dari pemberdayaan wakaf” paparmya.
Sementara itu, mewakili BWI, Nursamad Kamba menyambut baik tawaran tersebut dan akan merancang kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kerjasama dua negara itu. Atase Kebudayaan Iran sendiri telah siap untuk mengadakan kesepakatan bersama antara Menteri Agama RI dan Kementerian Kebudayaan Iran terkait pelaksanaan kerjasama pengembangan wakaf dalam waktu secepat mungkin. (yhy/Ska/foto: bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



