Minahasa Utara, bimasislam— Penerima program Bantuan Wakaf Produktif perlu mendapatkan bimbingan lebih intensif dalam memberdayakan aset wakaf yang dikelolanya. Bimbingan diperlukan terutama terkait dengan strategi mengembangkan ekonomi di tengah persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Bimasislam mengunjungi penerima bantuan wakaf produktif di Kabupaten Minahasa Utara, yaitu Pondok Pesantren Hidayatullah. Bantuan wakaf produktif yang diterima tahun 2012 itu diberdayakan dalam bentuk usaha peternakan sapi dan kambing. Saat itu, bentuan senilai Rp 400 juta tersebut dibelikan 22 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Meski berjalan cukup baik, namun usaha tersebut ternyata berjalan kurang kompetitif dan tidak menghasilkan keuntungan sebagaimana yang diharapkan. Setelah melakukan evaluasi, pihak nazhir berinisatif untuk mengalihkan peternakan kambing menjadi usaha depot air minum. Usaha baru ini rupanya menghasilkan keuntungan lebih besar ketimbang peternakan kambing. “Keuntungan dari depot air minum kemudian dimanfaatkan untuk membeli sarana dan prasarana pondok pesantren, seperti tempat tidur, biaya makan santri, dan sebagainya,” ujar Dahlan Kambaura, pimpinan Pondok saat berbincang dengan bimasislam, Kamis (6/10).
Tak cukup disitu, hasil pengelolaan usaha depot air yang lebih menguntungkan itu juga dimanfaatkan untuk membuat sumur bor, sehingga depot air minum ini memproduksi air sendiri.
Atas hal tersebut, Direktur Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama saat itu, meminta agar pengelola wakaf membuat Surat Permohonan Izin Pengalihan Usaha dari Usaha Peternakan Kambing ke Usaha Depot Air Minum.
Pengelolaan depot air minum tersebut telah lolos uji kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2013, dan didistribusikan ke warung-warung. Dalam sehari rata-rata terjual hingga 50 galon.
Melihat fenomena tersebut, penerima bantuan wakaf produktif perlu mendapatkan pembinaan intensif dalam menjalankan usaha, agar para nazhir dapat menjalankan usaha pemberdayaan harta benda wakaf dan mampu bersaing dengan kompetitornya. Direktorat Pemberdayaan Wakaf sendiri setiap tahun terus melakukan pembinaan dan evaluasi kepada nazhir penerima bantuan wakaf produktif.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



