Denpasar, Bimasislam—Perayaan Nyepi di Pulau Dewata hari Selasa (28/3) kemarin mengalami catatan kelabu akibat insiden saling pukul antara pecalang dengan warga muslim yang berniat Shalat Zhuhur di sebuah Masjid di Kampung Kalimutu, Monang-Maning. Pecalang asal Banjar Samping Buni itu bernama Ketut Warta, sedangkan warga muslim bernama Putu Abdullah.
Keduanya sama-sama mengalami luka di bagian kepala. Insiden terjadi diduga akibat kesalahpahaman antara keduanya, demikian penjelasan petugas jaga Pos Polisi Monang Maning, Denpasar Barat yang menerima laporan saat kejadian. Sekarang sudah didamaikan, keduanya sudah saling menyadari dan saling memaafkan. Bahkan, telah menandatangani pernyataan perdamaian, lanjutnya.
Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bali, Bambang Santoso, yang ikut mendampingi Putu Abdullah ke Pos Polisi Monang Maning merasa kecewa dengan insiden itu. Menurut tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua DKM Baitul Makmur Monang-Maning ini, semua pihak semestinya bisa menahan diri dengan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.Ini hari suci bagi saudara kita umat Hindu, yang harus kita jaga ketenangannya, ujar Bambang.
Menyoroti kejadian yang memprihatinkan itu, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali Nurkhamid menegaskan, “Peristiwa itu tidak akan terjadi bila semua pihak saling mengedepankan kebersamaan”. Insiden itu hanya merupakan dinamika hubungan antara umat beragama di Bali yang harus terus ditata sebaik mungkin, imbuhnya.
Bila hari ini terjadi, kita tidak ingin itu terjadi lagi di kemudian hari. Di Bali tidak ada larangan orang untuk melaksanakan ibadah, termasuk saat Perayaan Hari Nyepi. Sudah ada aturan yang disepakati bersama dan telah disosialisasikan ke masyarakat lewat desa masing-masing. Bila dalam prakteknya ada yang tidak sesuai, hendaknya disikapi secara arif dan mengedepankan kebersamaan, jelas pejabat eselon tiga asal Jepara ini penuh harap kepada bimasislam saat berkunjung ke ruang kerjanya pada hari Kamis (30/3) kemarin.
(Edijun/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



