Bogor, Bimas Islam — Yayasan Nur Semesta bekerja sama dengan Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama menggelar Kajian Risalah Nur perdana di Masjid UPQ, Bogor, Senin (18/5/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi dakwah dan pembinaan spiritual melalui kajian keislaman yang berkelanjutan.
Pembina Yayasan Nur Semesta, Hasbi, menyampaikan materi tentang hakikat Bismillah yang diulas dalam buku Nasihat Spiritual. Menurutnya, Bismillah bukan sekadar lafaz pembuka, melainkan bentuk penghambaan manusia kepada Allah Swt.
“Pada hakikatnya seluruh makhluk bergantung kepada Allah Swt. Karena itu, Bismillah bukan sekadar ucapan, tetapi bentuk pengakuan atas kelemahan manusia dan kebutuhan mutlak kepada Tuhan,” ujar Ust. Hasbi di hadapan peserta kajian.
Ia menjelaskan, kesadaran terhadap makna Bismillah penting ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap aktivitas dilakukan dengan niat ibadah dan ketergantungan kepada Allah Swt.
Kajian perdana ini turut dihadiri Kepala UPQ, Ismail Nur, beserta jajaran pegawai UPQ. Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat persatuan dan membangun tradisi kajian keislaman yang konsisten di lingkungan Kementerian Agama maupun masyarakat.
Melalui kolaborasi antara lembaga dakwah dan institusi pemerintah, Kajian Risalah Nur diharapkan berkembang menjadi wadah pembinaan spiritual yang relevan dengan kebutuhan umat serta menghadirkan dakwah Islam yang menyejukkan dan reflektif di tengah kehidupan modern.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



